Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini Jurus Emiten Koleksi Lo Kheng Hong Intiland (DILD) Ubah Rugi Jadi Laba

Intiland Development (DILD) akan melakukan serah terima proyek 57 Promenade pada semester II/2022.
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra
Nuhansa Mikrefin Yoedo Putra - Bisnis.com 01 September 2022  |  12:28 WIB
Ini Jurus Emiten Koleksi Lo Kheng Hong Intiland (DILD) Ubah Rugi Jadi Laba
Karyawati beraktivitas di kantor PT Intiland Development Tbk. di Jakarta, Rabu (20/7/2022). Bisnis - Arief Hermawan P
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti koleksi Lo Kheng Hong, PT Intiland Development Tbk. (DILD) membeberkan strategi untuk membalikan rugi pada semester I/2022 menjadi untung pada semester II/2022.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengatakan akan ada peningkatan pengakuan high rise building atau bangunan yang tingginya 18 meter atau lebih pada semester II/2022. Hal ini karena akan ada serah terima proyek 57 Promenade DILD pada semester II/2022.

"Sehingga kinerja kita akan menjadi positif untung kembali," ujar Archied kepada Bisnis pada Kamis (1/9/2022).

Dalam materi pemaparan publik yang diselenggarakan 20 Juli lalu, DILD tengah mempersiapkan pengembangan proyek 57 Promenade. Proyek ini merupakan bangunan tipe mixed use dan high rise dengan total area 3,2 hektar yang berlokasi di Kebon Melati, Jakarta Pusat. Adapun 57 Promenade ditargetkan untuk serah terima pada bulan September 2022.

Pada semester I/2022, DILD membukukan rugi yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp162,92 miliar. Angka itu bertambah Rp23,13 miliar dari periode yang sama tahun lalu.

Terkait dengan rugi tersebut, Archied menyebut ada dua hal yang menyebabkan terjadinya kerugian. Pertama adalah adanya penurunan pendapatan dari penjualan karena segmen high rise masih belum pulih. Adapun penjualan dari segmen high rise menurun 68,55 persen menjadi Rp166,11 miliar pada paruh pertama tahun ini.

Faktor kedua yang disebut Archied menyebabkan kerugian adalah beban bunga. Tercatat beban bunga DILD mencapai Rp199.79 miliar.

"Penyebab kerugian ada dua, penurunan pendapatan dari sales kita karena segment high rise penjualannya masih belum recover dan beban bunga tentunya menjadi beban," ujar Archied.

Untuk diketahui, Intiland Development menjadi portofolio saham teranyar investor kawakan Lo Kheng Hong (LKH). Pak Lo baru-baru ini muncul sebagai salah satu pemegang saham DILD terbesar atau dengan kepemilikan di atas 5 persen.

Data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan LKH muncul sebagai salah satu pemegang saham DILD terbesar per 12 Agustus 2022. Lo Kheng Hong dilaporkan memiliki 651,41 juta saham DILD atau berstatus sebagai pemegang saham 6,28 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

intiland dild lo kheng hong emiten properti
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top