Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Batu Bara Memanas, ITMG Tak Muluk-muluk Pasang Target Penjualan

ITMG melanjutkan strategi manajemen biaya yang efisien dan berhati-hati guna memaksimalkan profitabilitas dari momentum kenaikan harga batu bara.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 18 Agustus 2022  |  14:36 WIB
Harga Batu Bara Memanas, ITMG Tak Muluk-muluk Pasang Target Penjualan
Aktivitas pertambangan batu bara kelompok usaha PT Indo Tambangraya Megah Tbk. - itmg.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA –  PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) tetap menargetkan produksi dan penjualan batu bara yang moderat sekalipun harga batu bara tengah memanas tahun ini. 

Untuk 2022, emiten bersandi saham ITMG tersebut menargetkan volume produksi antara 17,5-18,8 juta ton dengan volume penjualan sebesar 20,5-21,5 juta ton. Jumlah ini tak lebih besar dari target 2021 dengan produksi sekitar 19-19,5 juta ton, dan penjualan 20,1 juta ton pada 2021.

Dari target volume penjualan tersebut, sebanyak 51 persen harga jualnya telah ditetapkan, 37 persen mengacu pada indeks harga batubara, sedangkan sisa 12 persen belum terjual.

Direktur Utama ITMG mengungkapkan, sepanjang paruh pertama 2022, harga batu bara melanjutkan tren penguatan sebagai imbas konflik geopolitik global. Pada periode tersebut, Indo Tambangraya Megah memanfaatkan momentum kenaikan harga batu bara dengan terus menerapkan strategi manajemen biaya yang efisien dan berhati-hati untuk memperkuat kinerja keuangan.

“Di samping itu, ITMG juga terus melanjutkan upayanya dalam menerapkan praktik-praktik penambangan yang baik dan bertanggung jawab sambil melanjutkan transformasi menjadi lebih hijau dan lebih cerdas,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Kamis (18/8/2022).

Harga batu bara global yang terus menguat tajam pada paruh pertama tahun ini menyebabkan rata-rata harga jual batu bara yang diperoleh ITMG naik 134 persen menjadi US$175 per ton dari US$75 per ton pada kurun waktu yang sama tahun lalu.

Kenaikan yang signifikan ini memungkinkan ITMG membukukan penjualan bersih sebesar US$1,42 miliar, atau 110 persen lebih tinggi daripada periode yang sama tahun lalu. Marjin laba kotor naik 19 persen dari paruh pertama tahun lalu menjadi 53 persen pada paruh pertama tahun ini di tengah kenaikan harga bahan bakar global.

“Perseroan melanjutkan strategi manajemen biaya yang efisien dan berhati-hati guna memaksimalkan profitabilitas dari momentum kenaikan harga batu bara sehingga menghasilkan arus kas dan posisi kas dan setara kas yang kuat,” kata Mulianto.

Pada bisnis pertambangan, ITMG akan terus melakukan eksplorasi tambang yang dimiliki guna memastikan pertumbuhan organik atas cadangan batubara, mengembangkan lahan tambang yang baru, dan terus memperhatikan peluang yang ada pada sektor tambang mineral yang bersih.

Di bidang jasa energi, ITMG akan melakukan ekspansi pembelian batu bara yang bersumber dari pihak ketiga guna meningkatkan pendapatan dari perdagangan dan pencampuran batu bara, memanfaatkan prasarana logistik yang dimiliki ITMG agar dapat menciptakan nilai dan menjadi unit usaha strategis yang menghasilkan laba.

ITMG juga akan berperan aktif mencegah penggundulan hutan sejalan dengan upaya meningkatkan kenanekaragaman hayati.

Selain itu, di bisnis energi terbarukan dan bisnis lainnya, ITMG tengah membangun PLTS guna memasok energi bagi kegiatan operasional dan terus mengembangkan bisnis energi atap surya. ITMG juga bertekad untuk melanjutkan transformasi menjadi perusahaan berbasis digital dalam operasi penambangan sehingga dapat meningkatkan kemampuan pemantauan dan kendali biaya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indo tambangraya megah emiten batubara plts
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top