Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Portofolio Dwimuria Investama Andalan: TOWR, BCA hingga Surat Utang Korporasi

Dwimuria Investama Andalan melakukan investasi portofolio pada saham dan instrumen surat hutang, baik yang tercatat, maupun yang tidak tercatat di BEI.
Miliarder Indonesia Michael Bambang Hartono, salah satu pemilik Djarum Group, berfoto setelah wawancara di Jakarta, Indonesia, pada 21 Agustus 2018. Hartono, salah satu orang terkaya di Indonesia, yang pundi-pundi kekayaannya berasal dari tembakau, perbankan, dan telekomunikasi, adalah seorang taipan dan juga pemain bridge profesional berusia 78 tahun. Bloomberg/Dimas Ardian
Miliarder Indonesia Michael Bambang Hartono, salah satu pemilik Djarum Group, berfoto setelah wawancara di Jakarta, Indonesia, pada 21 Agustus 2018. Hartono, salah satu orang terkaya di Indonesia, yang pundi-pundi kekayaannya berasal dari tembakau, perbankan, dan telekomunikasi, adalah seorang taipan dan juga pemain bridge profesional berusia 78 tahun. Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA – Konglomerat terkaya di Indonesia Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono melalui PT Dwimuria Investama Andalan kerap melengkapi portofolio investasinya, baik di pasar saham maupun surat utang.

Teranyar, pemilik Grup Djarum ini melalui PT Dwimuria Investama Andalan siap menambah kepemilikan sahamnya di PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR). Aksi ini dilakukan melalui Penawaran Tender Sukarela (PTS) yang dimulai hari ini, Kamis (4/8/2022) hingga 2 September 2022. 

Berdasarkan prospektus di Harian Bisnis Indonesia, Rabu (3/8/2022), tujuan dari aksi tender offer tersebut adalah bagian dari strategi portofolio Dwimuria Investama. Sebagai bentuk investasi, saham TOWR dapat dijual kembali oleh Dwimuria, karenanya perusahaan tidak memiliki rencana khusus atas TOWR. 

Sebagai informasi, selain TOWR, portofolio Dwimuria Investama juga mencangkup kepemilikan 54,94 persen saham di PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Adapun Dwimuria didirikan berdasarkan Akta No.01 tanggal 3 Oktober 2016 yang telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada 4 Oktober 2016. 

“Sebagai perusahaan holding, perusahaan juga melakukan investasi portofolio pada saham dan instrumen surat hutang, baik yang tercatat, maupun yang tidak tercatat di BEI,” tulis manajemen Dwimuria. 

Dengan kepemilikan portofolio tersebut, Dwimuria berhak memperoleh dividen atau manfaat lain serta kuasa untuk menggunakan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sesuai dengan porsi kepemilikan saham. 

Sebagai catatan, BCA membayarkan dividen senilai total Rp 4,79 triliun atau Rp120 per saham kepada para investor pada 19 April 2022. Sebelumnya, BBCA juga telah membagikan dividen interim tahun buku 2021 sebesar Rp 25 per saham pada 7 Desember 2021.

Alhasil total dividen untuk tahun buku 2021 adalah Rp17,87 triliun atau Rp145 per saham. Artiny, keluarga Hartono dan PT Dwimuria Investama Andalan sebagai pengendali dan pemegang 54,94 persen saham BBCA memperoleh dividen sekitar Rp 9,82 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper