Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Adaro ADRO Persiapkan COD PLTU Batang 2x1.1000 MW, Tambah Cuan

Adaro melalui PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) telah memasuki fase komisioning PLTU Batang.
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan PLTU di Ujungnegoro, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (16/3/2018)./ANTARA-Harviyan Perdana Putra
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan PLTU di Ujungnegoro, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (16/3/2018)./ANTARA-Harviyan Perdana Putra

Bisnis.com, JAKARTA - PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) melaporkan progres pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Batang 2x1.000 Mega Watt (MW), yang sedang tahap pengujian untuk operasi komersial atau COD.

Adaro melalui PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) telah memasuki fase komisioning. Pada saat ini, BPI telah melakukan beberapa pengujian sebagai persiapan Tanggal Operasi Komersial (COD).

"Pada kuartal II/2022, aktivitas penting seperti uji load rejection 100 persen dirampungkan untuk kedua unit, sementara konstruksi telah mencapai 97,7 persen selama kuartal ini dari 97,4 persen pada 1Q22," papar manajemen Adaro dalam keterangan resmi.

Untuk diketahui, PLTU Batang merupakan bagian dari program penyediaan listrik 35.000 MW yang dikelola oleh PT Bhimasena Power Indonesia (BPI).

PT BPI merupakan perusahaan konsorsium dari Electric Power Development Co., Ltd. (J-Power) dengan komposisi saham 34 persen, PT Adaro Power 34 persen, dan Itochu Corporation (Itochu) sebesar 32 persen.

PLTU Batang setelah beroperasi akan menyuplai listrik di Jawa-Bali dan membutuhkan sekitar 7 juta-8 juta ton batu bara per tahun, yang mayoritas atau sebagian besar akan disuplai oleh Grup Adaro sebanyak 60 persen-65 persen.

Sebelumnya, Presiden Direktur ADRO Garibaldi 'Boy' Thohir mengatakan, progres PLTU Batang berjalan baik, namun ada beberapa kali koordinasi kembali dengan PLN lantaran saat ini PLN sedang dalam kondisi oversupply.

“Memang ada diskusi PLN dengan kami bagaimana bisa berkolaborasi dengan PLN supaya PLTU Batang jangan segera onstream, karena bisa membebani PLN juga. Untuk itu dengan pertimbangan strategis kita tunda COD-nya Insya Allah Akhir tahun ini kita bisa mulai jalan, jadi dengan pulihnya ekonomi diharap demand listrik membaik, oversupply PLN bisa terserap,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (18/4/2022).

Boy Thohir mengatakan, ditundanya operasional PLTU Batang merupakan sterategi kolaborasi dengan PLN.

“Teman-teman di PLN sangat berterima kasih juga dengan Adaro karena mau kerja sama, mencari solusi agar tidak ada yang dirugikan, sehingga antara Adaro dan PLN itu punya hubungan yang sangat baik,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper