Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kinerja Emiten Big Caps Melambung, Simak Saham Pilihan Analis

Sejumlah emiten dengan kapitalisasi pasar besar atau big caps di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melaporkan hasil kinerja sepanjang semester I/2022.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 01 Agustus 2022  |  20:15 WIB
Kinerja Emiten Big Caps Melambung, Simak Saham Pilihan Analis
Sejumlah emiten dengan kapitalisasi pasar besar atau big caps di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melaporkan hasil kinerja sepanjang semester I/2022. Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah emiten dengan kapitalisasi pasar besar atau big caps di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melaporkan hasil kinerja sepanjang semester I/2022. Dari emiten-emiten tersebut, analis menilai terdapat beberapa saham yang menarik untuk dicermati.

Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto mengatakan, sejauh ini kinerja kuartal II/2022 emiten big caps rata-rata membukukan kinerja outperform, terutama sektor perbankan dan komoditas batu bara.

"Kami lihat PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Astra International Tbk. (ASII) memiliki kinerja diatas rata-rata pertumbuhan historisnya, sehingga bisa dikatakan out perform," kata Pandhu, dihubungi Senin (1/8/2022).

Pandhu menjelaskan, BBCA membukukan kenaikan laba 24 persen sepanjang semester I/2022. Meskipun tidak sekencang big caps perbankan yang lain, tetapi, konsistensi kinerja masih menjadi salah satu yang terbaik.

Sementara itu, ASII juga membukukan pertumbuhan laba yang kuat, naik 105 persen dibanding tahun lalu, didorong kuatnya kinerja dari anak-anak usahanya.

"Sejauh ini kami menyukai sektor perbankan untuk dikoleksi mengingat kinerja yang kuat, dan kondisi ekonomi Indonesia yang semakin membaik tentunya akan terus mendorong kinerja positif sektor ini," tuturnya.

Namun, lanjut Pandhu, investor perlu memperhatikan juga jika nantinya BI mulai menaikkan suku bunga, dapat berdampak pada penyaluran kredit yang tidak sekuat sebelumnya, bahkan bisa meningkatkan non-performing loan (NPL) jika kondisi ekonomi melemah.

Selain perbankan, Pandhu menyebut sektor komoditas masih memberikan kinerja yang cukup bagus, terutama terkait batu bara. Pasalnya, hingga saat ini harga batu bara masih di area tertinggi sepanjang sejarah.

Menurut Pandhu, hal ini membuat laba para emiten penghasil batubara melesat jauh melampaui kinerja historisnya.

"Semakin besar laba tentunya semakin menarik bagi para investor karena bisnis batu bara yang di masa depan dianggap tidak prospektif, masih dapat memberikan kontribusi signifikan hingga saat ini," ucapnya.

Menurutnya, besarnya laba yang diperoleh emiten batu bara ini dapat menjadi bekal penting untuk mendanai transformasi yang emiten-emiten batu bara tersebut lakukan. Selain itu, Pandhu menilai potensi pembagian dividen juga tidak kalah menarik bagi para investor.

Hanya saja, kata Pandhu, kondisi harga batu bara yang tinggi tersebut juga merupakan suatu risiko, karena cepat atau lambat akan mengalami koreksi ke range normal ketika pasokan dan kebutuhan sudah semakin seimbang.

Di sektor ini, Investindo Nusantara Sekuritas merekomendasikan PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO), dan PT United Tractors Tbk. (UNTR) sebagai top picks.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham big caps bca batu bara
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top