Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabar Merger BMTR dan MNCN, Simak Prospek Sahamnya

Merger dengan MNCN berpeluang mengubah posisi BMTR dari hanya perusahaan holding menjadi perusahaan operasi (operating company).
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 29 Juli 2022  |  12:59 WIB
Kabar Merger BMTR dan MNCN, Simak Prospek Sahamnya
Lo Kheng Hong memegang sekitar 942,18 juta saham atau 5,68 persen PT Global Mediacom Tbk. (BMTR). Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Saham Grup MNC PT Global Mediacom Tbk. (BMTR) dan PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN) masih melanjutkan penguatan terpantik kabar rencana merger kedua perusahaan.

Pada penutupan sesi I perdagangan Jumat (29/7/2022), saham BMTR naik 68 poin atau 20,61 persen ke harga Rp398. Hal serupa juga diperlihatkan saham MNCN yang menguat 85 poin atau 8,63 persen sehingga parkir di posisi Rp1.070.

Kabar merger BMTR dan MNCN makin kencang setelah pelaksanaan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) BMTR pada Kamis (28/7/2022). Melalui Instagram pribadinya, Pengamat Pasar Modal Lukas Setia Atmaja mengunggah foto investor kawakan Lo Kheng Hong yang merupakan salah satu pemegang saham BMTR dan Bos Grup MNC Hary Tanoesoedibjo.

“Pak Lo Kheng Hong kemarin ‘berlayar dari Labuan Bajo’ Sampai RUPS BMTR hari ini dan berjumpa dengan Pak @hary.tanoesoedibjo sebagai Direktur Utama BMTR,” tulis Lukas.

Dia lebih lanjut menyebutkan bahwa harga saham BMTR maupun MNCN meningkat signifikan, didorong info mengenai rencana merger BMTR dan MNCN saat RUPS.

BMTR merupakan pemegang saham utama MNCN, yang menguasai 52,67 persen. Selebihnya, pemegang saham publik memegang 47,33 persen saham pengelola stasiun TV RCTI tersebut.

Di BMTR, Lo Kheng Hong menguasai 6,45 persen saham. Mayoritas saham BMTR dipegang PT MNC Investama Tbk. (BHIT) sebanyak 45,75 persen, kemudian masyarakat 47,8 persen.

Analis RHB Sekuritas Indonesia Michael W Setjoadi dalam risetnya menulis bahwa merger dengan MNCN akan mengubah posisi BMTR dari hanya perusahaan holding menjadi perusahaan operasi (operating company). Menurutnya, nilai wajar saham BMTR seharusnya Rp564 per saham atau 70 persen lebih tinggi dari posisi sekarang, dengan mempertimbangkan bahwa nilai merger sama dengan kapitalisasi pasar MNCN saat ini.

“Nilai ini dengan berdasarkan asumsi rasio saham BMTR dan MNCN adalah 1:1,2. Valuasi saham oleh pihak ketiga untuk saham BMTR seharusnya melesat didorong oleh valuasi di MNCN dan IPTV,” tulisnya, Jumat (29/7/2022).

Michael mengatakan kinerja yang lebih positif bisa dicapai melalui investasi di BMTR. Investasi yang lebih aman bisa ditempuh melalui MNCN mengingat harus ada tender offer setelah materi merger disiapkan pada nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga rata-rata dalam 30 hari atau pada nilai yang disepakati.

“Setelah merger, BMTR akan menjadi pemilik langsung 4 FTA (free to air) Grup MNC, MSIN, dan IPTV. Harry Tanoesoedibjo baru-baru ini mengumumkan rencana merger BMTR dan MNCN dengan BMTR akan menjadi entitas yang masih bertahan. Dari perspektif Grup MNC, ini akan mengurangi daftar rantai di tingkat operasi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mnc investama global mediacom media nusantara citra hary tanoesoedibjo lo kheng hong
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top