Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dolar AS Naik Terus, Cek Rekomendasi Saham Emiten Produsen Emas

Harga saham ANTM telah turun jauh dibandingkan dengan target harga yang ditetapkan oleh Mirae Asset Sekuritas.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 22 Juli 2022  |  04:30 WIB
Dolar AS Naik Terus, Cek Rekomendasi Saham Emiten Produsen Emas
Pramuniaga menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) untuk investasi di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Selasa (12/7/2022). ANTARA FOTO - Ari Bowo Sucipto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah tekanan suku bunga acuan The Fed, emiten produsen emas dinilai memiliki prospek yang baik, terutama saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang harganya berpeluang menguat. 

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan fokus riset Sekuritasnya tertuju pada emiten produsen emas berkode ANTM ini. Alasannya, harga saham ANTM telah turun jauh dibandingkan dengan target harga yang ditetapkan oleh Mirae.

"Fokusnya ANTM, kalau dari tim riset kami ANTM itu terakhir rekomendasi masih oke, akumulasi harga saat ini, ANTM bisa mencapai 3.700 rekomendasi buy per 13 Juli 2022. Artinya, masih ada potensial upside di atas 120 persen," jelasnya kepada Bisnis, Kamis (21/7/2022).

Adapun, emiten produsen komoditas emas lain seperti MDKA, BRMS, dan ARCI mesti diperhatikan dengan menghitung potensi katalis positif dari aksi korporasi masing-masing emiten.

Apalagi, lanjutnya, aksi tersebut terkait ekspansi bisnis guna meningkatkan volume penjualan dan produksi.

Selain itu, investor juga dapat memperhatikan kinerja laporan keuangan emiten-emiten tersebut pada kuartal II/2022, kuartal III/2022, dan kuartal IV/2022.

"Kalau pertumbuhan tahunannya bisa kuat dan signifikan, ini bisa memengaruhi P/E ratio emiten, sehingga valuasinya menjadi menarik dicermati pelaku traders dan investor," paparnya.

Dia juga menilai keputusan Bank Indonesia menahan suku bunga 3,5 persen merupakan pilihan tepat guna mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya pada 2022.

"Optimalisasi kinerja dan efek domino dari suku bunga yang ditahan bakal berpengaruh terhadap kinerja pertumbuhan emiten, mengingat pemerintah dan stakeholder sudah melaksanakan kebijakan yang baik. Hal ini menjadi momentum emiten menaikkan bottom line dan top line," katanya

Nantinya kinerja emiten yang membaik bakal menjadi mitigasi risiko turbulensi pasar. Dengan begitu, faktor suku bunga tidak menjadi masalah dan dapat dinaikkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten emas emas aneka tambang Archi Indonesia bumi resources minerals
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top