Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pungutan Ekspor CPO Gratis, AALI, LSIP dan STAA Siap Panen Cuan?

Pungutan ekspor CPO yang menjadi 0 persen diperkirakan bakal berdampak bagi sejumlah emiten seperti AALI, LSIP dan STAA.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 19 Juli 2022  |  16:48 WIB
Pungutan Ekspor CPO Gratis, AALI, LSIP dan STAA Siap Panen Cuan?
ungutan ekspor CPO yang menjadi 0 persen diperkirakan bakal berdampak bagi sejumlah emiten seperti AALI, LSIP dan STAA. - The Edge Markets
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pungutan ekspor CPO yang menjadi 0 persen diperkirakan bakal berdampak bagi sejumlah emiten seperti AALI, LSIP dan STAA.

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengatakan pungutan ekspor untuk seluruh produk kelapa sawit dan turunannya menjadi nol rupiah alias gratis hingga 31 Agustus 2022.

Aturan tersebut tertuang dalam Menteri Keuangan (PMK) No.115/2022 yang mengatur perubahan tarif pungutan ekspor terhadap minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya, antara lain tandan buah segar, biji sawit, kelapa sawit, bungki, CPO, palm oil, used cooking oil, fruit palm oil, dll.

Terkait hal tersebut, Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio mengatakan, kebijakan tarif pungutan ekspor sawit 0 persen diharapkan dapat meningkatkan penjualan CPO, khususnya ekspor. Hal ini seiring dengan harga CPO yang saat ini turun dan pasokan yang melimpah di dalam negeri.

“Langkah ini juga diharapkan dapat menaikan harga TBS khususnya dari para petani sawit,” katanya saat dihubungi, Selasa (19/7/2022).

Ia melanjutkan, prospek saham-saham emiten sawit ke depannya masih akan dipengaruhi oleh pergerakan harga CPO. Menurutnya, peluang kenaikan harga CPO pada paruh kedua tahun 2022 masih mungkin terjadi.

Frankie mengatakan, prospek kenaikan harga CPO ditopang oleh tren harga minyak mentah dunia yang masih berada di atas US$100 per barel. Seiring hal tersebut, Frankie memprediksi kinerja perusahaan di sektor perkebunan masih dapat tumbuh hingga akhir tahun ini. 

Secara terpisah, Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya menuturkan, kebijakan pemerintah untuk menghapus sementara pungutan ekspor CPO akan berimbas positif untuk perusahaan di sektor terkait.

“Ini jadi sentimen yang bagus karena bisa mengurangi beban perusahaan sawit di tengah penurunan harga komoditasnya,” ujar Cheril.

Ia menambahkan, harga CPO juga masih akan stabil pada sisa tahun ini seiring dengan siklus cuaca yang menantang. Menurutnya, hal tersebut dapat membatasi ketersediaan sawit di tengah prospek kenaikan permintaan seiring dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi di Asia.

Seiring dengan hal tersebut, Cheril mengatakan masih ada beberapa saham sektor perkebunan yang atraktif seperti STAA pada target harga Rp1.500, DSNG di level Rp526 dan LSIP pada harga Rp1.300.

Adapun, Frankie menuturkan di tengah tren penurunan harga saham sektor perkebunan, investor dapat mencermati saham AALI pada target harga Rp11.000 dan LSIP di level Rp1.400.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga cpo cpo sawit aali lsip STAA ekspor
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top