Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Dibayangi Tren Bearish, Ini Rekomendasi Saham BNI Sekuritas

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan pelemahan karena tren bearish. Ini rekomendasi saham BNI Sekuritas.
Karyawan melintas di depan layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (5/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di depan layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (5/7/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan pelemahan karena tren bearish. Ini rekomendasi saham BNI Sekuritas.

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas, Andri Zakaria Siregar mengatakan, secara teknikal IHSG berpeluang mengalami penurunan terbatas dan rawan rebound dari candle sticksandwich dan kondisi oversold.

“Tren bearish, selama di bawah 6.924. IHSG closing di bawah 5 day MA (6.738). Indikator MACD bearish, Stochastic oversold. Selama di di atas support 6.509 - 6.559, IHSG masih berpeluang rebound. Dominan sell power. Range breakout berada di 6.559 - 6.767,” ujar Andri dalam risetnya, Kamis (7/7).

Level resistance indeks pada perdagangan hari ini berada di posisi 6.692/6.767/6.796/6.850, sementara level support berada di 6.619/6.588/6.559/6.509 dengan perkiraan range 6.580 - 6.710.

Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra menambahkan, pada perdagangan kemarin indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,23 persen, begitu juga dengan S&P 500 yang naik 0,36 persen, sementara indeks Nasdaq menguat 0,35 persen.

“Kenaikan ini seiring dengan risalah yang diterbitkan oleh the Fed bahwa lembaga keuangan tersebut berkomitmen untuk menurunkan inflasi. Ada kemungkinan bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga antara 50 dan 75 basis poin pada pertemuan berikutnya,” jelas Maxi.

Lebih lanjut, bursa regional Asia Pasifik pada perdagangan kemarin mengalami koreksi. Di antara bursa yang mengalami koreksi signifikan adalah TSEC Weighted Index dan Kospi (keduanya terkoreksi lebih dari 2 persen).

Pelemahan tersebut seiring dengan kekhawatiran terhadap kasus covid-19 yang mengalami peningkatan di China. Sekitar 11 kota di China membatasi pergerakan masyarakatnya. Saham -saham seperti HSBC dan CNOOC terkoreksi di Hang Seng. Di samping itu, koreksi juga dialami oleh BEI setelah menguat pada hari sebelumnya.

Investor dapat mencermati saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan rekomendasi buy 7.200 - 7.300 target 7.400/7.500 stop loss di bawah 7.000. Kemudian saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) rekomendasi buy on weakness target 344/358 stop loss di bawah 300.

Investor juga dapat memantau saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan rekomendasi buy di atas 4.020 target 4.120/4.160 stop loss di bawah 3.960. Sementara saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) direkomendasikan buy di atas 900 target 950/965 stop loss di bawah 855.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper