Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mitratel (MTEL) Naikkan Target Ekspansi Fiber Optik Lebih dari 6.000 Km

Dayamitra Telekomunikasi (MTEL) memiliki rencana untuk merevisi target pembangunan fiber optik menjadi lebih tinggi.
Aset menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. atau Mitratel. Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. itu berencana melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia./ Mitratel.
Aset menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. atau Mitratel. Anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. itu berencana melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia./ Mitratel.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel bersiap meningkatkan target pembangunan jaringan fiber optik perseroan.

Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama mengatakan, tahun ini pihaknya sempat menyebutkan menargetkan pembangunan 6.000 kilometer (km) jaringan fiber optik.

"Untuk target tahun ini, kami sempat menyebut [pembangunan fiber optik] 6.000 km. Tapi, permintaan fiber optik ini sangat tinggi," kata Hendra dalam webinar dengan Henan Putihrai Sekuritas, Selasa (5/7/2022).

Hendra melanjutkan, saat ini Mitratel tengah melakukan peninjauan kembali mengenai pembangunan jaringan fiber optik perseroan. Menurutnya, emiten berkode saham MTEL ini memiliki rencana untuk merevisi target pembangunan fiber optik menjadi lebih tinggi. "Jadi kami akan lebih agresif lagi," ucapnya.

Dia menyebut, saat ini MTEL lebih efisien dan efektif dibandingkan operator menara lain dari sisi pembangunan fiber optik. MTEL tidak perlu membangun backbone, karena bisa menggunakan backbone milik induknya, yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).

Sebelumnya, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, saat ini pihaknya telah mulai menjalankan pembangunan jaringan fiber optik kurang lebih sepanjang 2.000 km. Secara rata-rata, pembangunan jaringan fiber optik ini telah selesai 30 persennya.

"Kami targetkan dalam waktu yang tidak terlalu lama pembangunan tersebut sudah selesai dan bisa segera digunakan oleh seluruh mobile network operator (MNO)," ujar Theodorus dalam paparan publik Mitratel, Jumat (22/4/2022).

Pembangunan jaringan fiber optik ini akan sepenuhnya menggunakan dana proceed IPO MTEL, sesuai perhitungan kelayakan yang ada di market.

Sementara itu, Direktur Bisnis Mitratel Noorhayati Candrasuci menuturkan, pembangunan jaringan fiber optik ini akan memerlukan investasi hingga Rp1 triliun.

"Total investasi sekitar di level Rp500 miliar hingga Rp1 triliun untuk pendanaan dari seluruh program fiber optik di 2022," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper