Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Meningkat di Kuartal I/2022, Prospek Mitratel Cerah Sepanjang 2022?

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) diperkirakan masih memiliki potensi pertumbuhan besar, didukung oleh jumlah menara dan tenancy ratio perseroan.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 13 Juni 2022  |  19:30 WIB
Kinerja Meningkat di Kuartal I/2022, Prospek Mitratel Cerah Sepanjang 2022?
Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel Theodorus Ardi Hartoko dalam paparan publik Mitratel secara daring, Jumat (22/4 - 2022).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Anak usaha Telkom PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) aias Mitratel mencatatkan pertumbuhan kinerja di kuartal I/2022. Analis memperkirakan emiten menara ini masih memiliki ruang untuk tumbuh di 2022.

Analis Samuel Sekuritas Yosua Zisokhi dalam risetnya menuturkan, potensi kinerja pertumbuhan MTEL masih cukup besar ke depannya. Hal ini didukung oleh banyaknya jumlah menara perseroan yakni sejumlah 28.577 menara dan tenancy ratio yang mencapai 1,51 kali.

Sejauh ini, kata Yosua, MTEL memiliki 662 order book pembangunan menara B2S dan 1.182 order book penyewaan untuk tahun ini dan tahun depan. Dengan demikian, secara pro-forma, MTEL memiliki 44.283 tenant dan 29.239 menara dengan tenancy ratio 1,51 kali.

"Jumlah menara tersebut semakin mengukuhkan MTEL sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia," tulis Yosua dalam risetnya, dikutip Senin (13/6/2022).

Dia melanjutkan, tenancy ratio MTEL di kuartal I/2022 cenderung stabil di 1,51 kali, akibat sedikitnya permintaan kolokasi. Hal tersebut terlihat dari proporsi pendapatan dari luar Grup Telkom yang sebesar 34,35 persen, lebih rendah dari 2021 sebesar 35,22 persen, dan diperkirakan baru akan naik pada semester II/2022.

"Kami memperkirakan pada tahun penuh 2022, MTEL akan menambah 750 menara dan 3.750 tenant, serta 500 unit menara dan 3.500 tenant pada 2023," tuturnya.

Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi BUY untuk MTEL dengan target harga di Rp915.

Adapun Yosua memandang risiko utama dari kinerja MTEL adalah turunnya permintaan dan harga sewa menara, perubahan kebijakan pemerintah, dan konsolidasi antar perusahaan operator telekomunikasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN Kinerja Emiten mitratel MTEL
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top