Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BEI Optimistis Jumlah Perusahaan IPO pada 2022 Meningkat dari Tahun Lalu, 40 Perusahaan Antre

BEI optimistis aksi IPO 2022 meningkat dari realisasi 2021 sebanyak 54 perusahaan dengan penggalangan dana Rp62,6 triliun, tertinggi sepanjang sejarah.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 29 Juni 2022  |  14:59 WIB
BEI Optimistis Jumlah Perusahaan IPO pada 2022 Meningkat dari Tahun Lalu, 40 Perusahaan Antre
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna. BEI optimistis aksi IPO 2022 meningkat dari realisasi 2021 sebanyak 54 perusahaan dengan penggalangan dana Rp62,6 triliun, tertinggi sepanjang sejarah. - Bisnis/Dhiany
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Direksi baru PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis aksi penawaran umum saham perdana atau IPO pada 2022 dapat meningkat dibandingkan 2021.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia menjelaskan bahwa jajaran direksi baru akan fokus menyelesaikan rencana kerja 2022 di paruh kedua tahun ini dan melanjutkan program yang telah ada.

“Kami akan selesaikan semua target yang sudah dicanangkan dan disampaikan ke OJK sampai dengan paruh terakhir 2022,” kata Nyoman, Rabu (29/6/2022).

Terkait dengan target di Direktorat Penilaian Perusahaan, Nyoman memastikan tidak ada perubahan target sampai akhir tahun. Namun realisasi diharapkan bisa lebih tinggi. Sejauh ini, pencatatan perusahaan baru di BEI sepanjang 2022 berjumlah 21 perusahan dengan 40 calon emiten dalam pipeline.

“Pencatatan efek bersifat utang dan sukuk juga mengalami peningkatan, begitu pula pelaksanaan rights issue dan penggalangan dana kami harap lebih tinggi daripada tahun sebelumnya,” tambah Nyoman.

Pada 2021, BEI mencatatkan 54 perusahaan melakukan IPO sebagai emiten baru dengan total penggalangan dana Rp62,61 triliun. Nilai IPO tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah BEI.

BEI  jugaberkomitmen mencapai target 2022 yang telah ditetapkan oleh kepemimpinan sebelumnya. Tidak terdapat revisi target dan rencana kerja bakal dipertajam pada 2023.

“Kalau berbicara 2022, saat ini minimal kami mengikuti target yang ada karena sudah ditetapkan. Namun kalau 2023 ke depan, kami akan lakukan beberapa hal untuk penajaman atau tergantung kondisinya,” kata Direktur Utama BEI 2022—2026 Iman Rachman dalam konferensi pers, Rabu (29/6/2022).

Untuk 2022, BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp13,5 triliun dan penambahan jumlah investor sebesar 30 persen tahun ini. Selain itu, BEI juga menargetkan pencatatan 68 efek baru.

Direksi 2022–2026 menargetkan kapitalisasi pasar bisa mencapai Rp13.500 triliun, dengan jumlah investor serta emiten diharapkan naik dua kali lipat dibandingkan dengan posisi sekarang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei bursa efek indonesia ipo
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top