Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sari Roti (ROTI) Siap Produksi Selai dan Susu Cokelat, Dapat Restu Pemegang Saham

Keputusan menambah kegiatan usaha ke produksi olesan dan susu bermula dari pengamatan atas produk top-seller Nippon Indosari (ROTI) yang memperlihatkan tren permintaan positif.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 27 Juni 2022  |  12:57 WIB
Sari Roti (ROTI) Siap Produksi Selai dan Susu Cokelat, Dapat Restu Pemegang Saham
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk - sariroti.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI) yang digelar Senin (27/6/2022) menyetujui rencana penambahan bisnis perusahaan ke produksi olesan (selai) dan susu cokelat. Perluasan kegiatan usaha ini diharapkan berdampak positif pada kinerja ke depan.

“Manajemen mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh pemegang saham. Tahun 2022 akan tercatat sebagai milestone penting perseroan memulai bisnis olesan cokelat dan susu cokelat,” kata Direktur Nippon Indosari Arlina Sofia dalam keterangan resmi, Senin (27/6/2022).

Arlina menjelaskan keputusan untuk menambah kegiatan usaha ke produksi olesan dan susu bermula dari pengamatan atas produk-produk top-seller perseroan yang memperlihatkan tren permintaan positif.

Produksi olesan cokelat nantinya akan berbagi dengan fasilitas produksi internal. Sementara itu, produk susu cokelat akan diproduksi oleh pihak ketiga yang sudah berpengalaman dalam sektor susu kemasan. Produk dari bisnis baru ini akan dipasarkan melalui jaringan distribusi Sari Roti yang mencakup kanal modern dan tradisional dan tersebar di 34 provinsi seluruh Indonesia.

Perseroan berkeyakinan kontribusi positif dari produk olesan cokelat dan susu pada kinerja keuangan langsung dapat dirasakan dalam waktu tidak lama.

“Manajemen menargetkan 2024 untuk bisnis olesan cokelat dan susu cokelat meraih minimum 3 persen dari laba kotor 22021,” kata Direktur ROTI Ida Apulia Simatupang.

Sedangkan bisnis utama ROTI yaitu segmen roti mass-produce, diyakini masih sangat prospektif. Tercermin pada kinerja kuartal I/2022 dengan perolehan Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp88,3 miliar atau setara dengan pertumbuhan 55,7 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

“Capaian cemerlang ini didukung strategi penambahan kapasitas produksi, perluasan jaringan distribusi, peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional yang secara konsisten diterapkan oleh manajemen,” kata Ida.

Ida Apulia sebelumnya mengemukakan operasional bisnis olesan cokelat dan susu kemasan selama tiga tahun ke depan sampai 2024 membutuhkan sekitar 1 persen dari ekuitas ROTI per 31 Desember 2021.

Per akhir Maret 2022, total ekuitas ROTI berada di angka Rp2,75 triliun, turun tipis dari posisi akhir Desember yang berada di angka Rp2,84 triliun. Dengan demikian, kebutuhan biaya untuk operasi bisnis selai cokelat dan susu cokelat untuk 3 tahun ke depan mencapai Rp28,49 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rupst diversifikasi nippon indosari corpindo sari roti Emiten Konsumsi
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top