Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Berpotensi ke 7.300, Mirae Jagokan Saham Bank dan Komoditas

Mirae memprediksi IHSG akan bergerak konsolidasi dalam rentang level 6.800-7.300 pada Juni 2022 dengan saham-saham pilihan di sektor perbankan dan komoditas.
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi pada bulan Juni 2022 pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menyentuh level 7.300, meskipun cenderung berkonsolidasi.. Bisnis/Abdurachman
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi pada bulan Juni 2022 pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menyentuh level 7.300, meskipun cenderung berkonsolidasi.. Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengungkapkan pada bulan Juni 2022 pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menyentuh level 7.300, meskipun cenderung berkonsolidasi. Saham sektor bank dan komoditas dinilai prospektif.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina menyampaikan bahwa setelah pada bulan Mei 2022, IHSG mengalami penurunan kinerja pertama sepanjang tahun yaitu turun 1,1 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Bulan Juni 2022, ini diperkirakan kinerja IHSG relatif minim sentimen positif, karena setelah periode earning season yang sudah hampir selesai, dan periode dividen pun juga diperkirakan akan berakhir di bulan ini.

Ditambah lagi, Martha menyebutkan bahwa ada ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed yang juga dipercaya akan memberikan sentimen negatif bagi pasar di Tanah Air.

“Jadi di periode bulan Juni ini kita ekspektasi IHSG akan bergerak konsolidasi dalam rentang level sekitar 6.800-7.300,” ungkap Martha dalam acara Media Day yang diselenggarakan oleh Mirae di Jakarta, Kamis (9/6/2022).

Sementara itu, Martha menjelaskan, yang akan menjadi faktor penggerak dari IHSG pada bulan ini adalah data ekonomi domestik dan global, kebijakan The Fed, dan pembagian dividen tahun buku 2021.

IHSG juga akan dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas, serta ekspektasi akan mulai masuknya aksi korporasi dari emiten-emiten di bulan-bulan mendatang.

Berdasarkan sentimen di atas, Mirae Asset Sekuritas Indonesia memilih tiga sektor pilihan di bulan Juni 2022 yang menurutnya masih memiliki potensi di tengah minimnya sentimen bulan ini. Sektor tersebut adalah sektor keuangan, sektor energi, dan juga industri.

Martha menjelaskan bahwa sektor keuangan yang terlihat dari indeks IDX Finance turun 5,9 persen pada bulan Mei, tetapi saham-sahamnya memiliki potensi kinerja yang membaik di bulan ini lantaran pertumbuhan kredit yang kuat.

Pada bulan April 2022, kinerja kredit sudah naik 9,1 persen year on year (yoy), yang dibandingkan bulan sebelumnya naik 6,7 persen yoy. Martha juga menyampaikan bahwa pertumbuhan kredit tersebut sudah hampir berada di atas masa sebelum pandemi Covid-19.

Oleh karena itu, saham pilihan Mirae di sektor keuangan adalah bank-bank jumdo seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.

Selanjutnya sektor energi yang tidak lepas dari kenaikan harga komoditas juga dipercaya akan berdampak positif bagi saham-saham sektor energi. Apalagi harga batu bara ke depan diproyeksikan sebesar US$200 per ton di tahun ini dan US$120 per ton pada tahun 2023.

Martha menyampaikan krisis listrik di India mendorong harga batu bara acuan (HBA) Juni naik ke US$324 per ton atau naik lebih dari 17 persen month to month (mom).

“Jadi ini kalau kita lihat [harga batu bara], belum akan surut dengan adanya rencana embargo dari Uni Eropa, kemudian pembukaan ekonomi di China,” jelas Martha.

Selain kenaikan harga batu bara, harga minyak mentah juga diperkirakan ikut naik karena sentimen-sentimen di atas. Apalagi di Amerika Serikat permintaan minyak masih tinggi.

Rekomendasi saham dari Mirae untuk sektor energi yaitu, ADRO, ITMG, PTBA, ADMR, INDY, dan juga PGAS.

Selanjutnya sektor industri dengan pilihan saham ASII dan UNTR. Martha menjelaskan dua emiten tersebut merupakan perusahaan besar, dimana UNTR yang bisa dikatakan sebagai paket lengkap.

UNTR memiliki bisnis pertambangan, jasa pertambangan, dan alat berat, yang diuntungkan dengan kenaikan harga komoditas. Adapun, ASII memiliki prospek positif sejalan dengan pemulihan ekonomi di Indonesia.

Martha kemudian juga menambahkan pilihan pada saham TINS yang dinilai berkorelasi dengan kenaikan harga timah karena kinerja perusahaan ikut terdorong. Apalagi kinerja TINS pada kuartal I/2022 tercatat meningkat tajam.


Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper