Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyebab IHSG Naik 4,85 Persen Sepekan! Cek Saham-Saham Ini Pekan Depan

IHSG melompat 4,85 persen pada akhir perdagangan pekan ini ke level 6.918,14 seiring dengan sejumlah sentimen positif seperti data ekonomi yang positif dan kenaikan harga komoditas.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 20 Mei 2022  |  18:22 WIB
Pengunjung berada di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung berada di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (17/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali bergerak ke zona hijau pada perdagangan pekan ini. Pekan depan, IHSG diperkirakan bakal fluktuatif jelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI).

IHSG melompat 4,85 persen pada akhir perdagangan pekan ini ke level 6.918,14 dari posisi akhir pekan lalu yang sempat mencapai 6.597,99. Khusus perdagangan Jumat (20/5/2022), IHSG naik 1,39 persen.

Di sisi lain, investor asing pun sudah mulai kembali ke pasar modal dengan mencatatkan aksi beli bersih Rp233,63 miliar pada hari ini. Sepanjang 2022, net buy  investor asing mencapai Rp62,91 triliun.

Senior Investment Information Mirae Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan penguatan indeks pekan ini didorong dari sentimen harga komoditas dunia yang kembali naik.

"Selain itu, surplus neraca perdagangan dan transaksi berjalan juga menjadi sentimen positif dalam negeri, serta meredanya sentimen aggressive tightening policy dari The Fed," jelasnya kepada Bisnis, Jumat (20/5/2022).

Neraca transaksi berjalan (current account balance) melanjutkan tren surplus pada kuartal I/2022 didukung oleh tingginya surplus neraca perdagangan pada periode tersebut. Bank Indonesia (BI) mencatat, transaksi berjalan melanjutkan surplus sebesar US$0,2 miliar atau mencapai 0,1 persen dari PDB.

Sementara itu, surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2022 mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa, yaitu mencapai US$7,56 miliar.

Di sisi lain, sambung Nafan, sektor teknologi kembali mengalami penguatan setelah selama sepekan lalu terus tertekan. Kebijakan Presiden Jokowi yang membuka kembali ekspor CPO juga turut disambut euforia oleh pasar.

Adapun, pada pekan depan lanjutnya, IHSG cenderung bakal bergerak relatif berfluktuasi menanti perilisan hasil RDG Bank Indonesia.

Dia memperkirakan IHSG bakal bergerak pada supprot 6.809 dan 6.752, sementara resistance pada 6.995 dan 7.051.

Lebih lanjut, sejumlah sektor menarik diperhatikan pada perdagangan pekan depan, yakni konsumer siklikal, energi, finansial, kesehatan, infrastruktur, properti hingga teknologi.

Saham-saham pilihan Nafan di antaranya HEAL, INCO, INTP, LPPF, ADRO, ANTM, BBNI, BBRI, ITMG, dan UNTR.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Bank Indonesia Indeks BEI rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top