Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Penyebab Harga Emas Masih Berpotensi Turun, Lagi-lagi The Fed

Harga emas kemudian bergerak turun di sesi perdagangan Asia ke level rendahnya di US$1.847 karena sentimen menguatnya dolar AS dibalik ekspektasi pengetatan kebijakan moneter The Fed.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 12 Mei 2022  |  14:32 WIB
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS. - Bloomberg
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas nampak melemah pada perdagangan Kamis (12/5/2022), setelah sempat menguat pada awal perdagangan, tertekan penguatan dolar AS dibalik ekspektasi pengetatan kebijakan moneter yang agresif dari The Fed.

Berdasarkan data Bloomberg, Kamis (12/5/2022) pukul 14.23 WIB, harga emas Comex tercatat turun 6,20 poin atau 0,33 persen ke US$1.847,50 per troy ons, setelah sempat bergerak ke US$1.858,8 per troy ons. Sementara itu, harga emas Spot turun 0,33 persen atau 6,08 poin ke US$1.846,32 per troy ons.

Tim Riset Monex Investindo Futures (MIFX) menyebutkan, penguatan harga emas sebelumnya karena Data Consumer Price Index (CPI) AS dirilis 0,3 persen, di bawah laporan sebelumnya 1,2 persen, walau masih di atas ekspektasi 0,2 persen.

Laporan ini biasanya dimanfaatkan sebagai salah satu tolok ukur tingkat inflasi negara.

"Dengan laporan inflasi tersebut, pelaku pasar menaruh spekulasi The Federal Reserve akan membatasi kebijakan agresif yang sudah disiapkan untuk menekan inflasi yang tinggi di AS, menyebabkan turunnya nilai imbal hasil surat berharga pemerintah AS, di mana obligasi tenor 10 tahun AS sempat catat level tertinggi 10 tahu pada kisaran 3,13 persen pekan ini," jelas Tim Riset MIFX, dikutip Kamis (12/5/2022).

Namun, harga emas kemudian bergerak turun di sesi perdagangan Asia ke level rendahnya di US$1.847 karena sentimen menguatnya dolar AS dibalik ekspektasi pengetatan kebijakan moneter yang agresif dari The Fed.

MIFX memperkirakan emas berpeluang dijual selama bergerak di bawah level resistance di US$1.855, karena berpotensi bergerak turun menguji support terdekat di US$1.843.

"Namun, jika bergerak naik hingga menembus ke atas level US$1.855, emas berpeluang dibeli karena berpotensi naik lebih lanjut membidik resistance selanjutnya di US$1.863," papar Tim Riset MIFX.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini logam mulia harga emas comex
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top