Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkeu Siap Lelang SUN Pasca Libur Lebaran, Simak Rapornya pada 2022

Pemerintah akan menawarkan tujuh seri SUN pada Selasa depan, setelah libur Lebaran pekan ini.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 06 Mei 2022  |  14:15 WIB
ilustrasi obligasi
ilustrasi obligasi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah akan menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) pertama setelah hari raya Lebaran pada Selasa (10/5/2022) mendatang, untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2022.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR Kementerian Keuangan pada Jumat (6/5/2022), pemerintah akan menawarkan tujuh seri yang terdiri dari SPN03220810 (new issuance), SPN12230203 (reopening), FR0090 (reopening), FR0091 (reopening), FR0093 (reopening), FR0092 (reopening), dan FR0089 (reopening).

Target indikatif dari lelang Surat Utang Negara 10 Mei 2022 ditetapkan senilai Rp20 triliun dan target maksimal senilai Rp30 triliun.

Hasil lelang SUN pada tahun 2022 cenderung fluktuatif hingga akhir Maret ini. Pada lelang SUN perdana yang diadakan pada 2 Januari 2022, pemerintah berhasil menghimpun penawaran sebesar Rp77,57 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah memenangkan sebanyak Rp25 triliun.

Jumlah penawaran kemudian mengalami kenaikan pada lelang edisi 18 Januari 2022. Kala itu, pemerintah mengumpulkan penawaran sebanyak Rp84,84 triliun dan menyerap Rp25 triliun diantaranya.

Pada lelang 2 Februari lalu, jumlah penawaran yang masuk mengalami penurunan setelah pemerintah menghimpun Rp72,07 triliun. Dari angka tersebut, pemerintah memenangkan sebanyak Rp25 triliun.

Hasil lelang 15 Februari 2022 mengalami kenaikan setelah mengumpulkan penawaran sebanyak Rp76,77 triliun. Dari jumlah tersebut, pemerintah memutuskan untuk menyerap dana sebesar Rp23 triliun.

Fluktuasi tersebut berlanjut pada lelang edisi 1 Maret lalu dengan hasil penawaran Rp61,51 triliun dan penyerapan Rp19 triliun. Jumlah penawaran tersebut juga merupakan yang terendah sejauh ini.

Hasil lelang kemudian kembali menurun pada edisi 15 Maret lalu dengan total penawaran Rp49,16 triliun dan serapan sebanyak Rp17,25 triliun. Selanjutnya, lelang 29 Maret menghasilkan penawaran Rp41,62 triliun dengan penyerapan Rp17,05 triliun.

Pada lelang edisi 12 April lalu, pemerintah mencatatkan penurunan penawaran Surat Utang Negara sebesar Rp40,28 triliun. Dari penawaran tersebut, jumlah yang diserap pemerintah adalah sebanyak Rp11,05 triliun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi surat utang negara Obligasi Pemerintah libur lebaran
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top