Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Multipolar Technology (MLPT) Raih Persetujuan Divestasi Data Center ke EdgeConnex

Multipolar Technology (MLPT) mendapat persetujuan untuk rencana transaksi divestasi data center dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 April 2022.
Presiden Direktur Multipolar Technology Wahyudi Chandra saat pemaparan publik secara virtual Kamis (17/6/2021)/Bisnis-Dhiany Nadya Utami
Presiden Direktur Multipolar Technology Wahyudi Chandra saat pemaparan publik secara virtual Kamis (17/6/2021)/Bisnis-Dhiany Nadya Utami

Bisnis.com, JAKARTA – PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) berhasil mendapat persetujuan pemegang saham untuk menjual data center dan sebidang lahan di Cikarang ke EdgeConnex dengan nilai transaksi Rp521,38 miliar.

Emiten Grup Lippo ini mendapat persetujuan untuk rencana transaksi divestasi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 April 2022.

Adapun bagi EdgeConnex, kesepakatan dengan MLPT menandai pasar kesembilan EdgeConnex di Asia. Data center yang dikelola oleh PT Graha Teknologu Nusantara (GTN) mengoperasikan pusat data bersertifikat tier 3 sejak 2016. GTN merupakan hasil perusahaan patungan antara MLPT dengan Mitsui. 

Lebih lanjut, EdgeConneX telah mengakuisisi sebidang tanah yang berbatasan langsung dengan GTN, memungkinkan kawasan pusat data hyperscale di masa depan yang pada akhirnya dapat mendukung kapasitas lebih dari 90 megawatt (MW).

Managing Director (APAC) EdgeConnex Kelvin Fong mengatakan, akuisisi data center milik GTN di Indonesia merupakan ekspansi yang ke-3 perusahaan di Asia.

Sebelumnya, EdgeConnex pernah mengumumkan rencana untuk membangun platform pusat data di India melalui usaha patungan, AdaniConneX, serta mengumumkan investasi strategis di Chayora, yakni operator pusat data terkemuka di China.

"Untuk pasar Indonesia, fasilitas carrier neutral GTN mendukung lebih dari 50 pelanggan di fasilitas hampir 7 MW yang terletak di area aman dengan sumber daya yang andal, skalabel, dan beragam serta rekor SLA 100 persen," kata Kevin dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (3/5/2022). 

Pasar pusat data, menurut Structure Research, akan mencapai hampir US$650 juta pada 2026, dengan hampir dua pertiga di antaranya berasal dari permintaan hyperscaler.

Sementara Jakarta dinilai sebagai pasar yang menyaksikan pertumbuhan pesat pusat data didorong oleh adopsi cloud. Penyediaan infrastruktur digital hyperscale berkualitas tinggi dan andal sangat penting untuk mendukung transformasi digital Indonesia dan juga membantunya berfungsi sebagai pintu gerbang kawasan regional.

“Seiring kami terus memperluas platform pusat data Edge dan hyperscale kami secara global, kampus pusat data hyperscale yang direncanakan di Jakarta akan memberi kami kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami akan kapasitas di pasar yang vital dan berkembang di kawasan APAC ini,” kata Kevin Fong.

Sementara itu, Founder of Structure Research Philbert Shih menilai pasar Indonesia memberikan EdgeConneX kehadiran di tiga negara terbesar di dunia di luar Amerika Serikat. Ini adalah pasar dengan keuntungan jangka panjang yang luar biasa.

“Indonesia memiliki demografi yang kuat, sektor teknologi dalam negeri yang berkembang pesat, dan berada di awal kurva adopsi dalam hal layanan infrastruktur yang dialihdayakan seperti cloud dan pusat data," ungkapnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Farid Firdaus
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper