Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Minyak Mentah Menuju Penguatan Bulanan Terpanjang Sejak Awal 2018

Minyak West Texas Intermediate (WTI) telah menguat 5,8 persen sepanjang April.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 April 2022  |  13:29 WIB
Kilang minyak lepas pantai di Skotlandia - Bloomberg/Jason Alden
Kilang minyak lepas pantai di Skotlandia - Bloomberg/Jason Alden

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah bersiap mencatatkan penguatan untuk lima bulan berturut-turut pada April di tengah gejolak akibat sentimen perang Rusia-Ukraina dan meningkatnya kasus Covid-19 di China.

Berdasarkan data Bloomberg pada Jumat (29/4/2022), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juni menguat 0,67 poin atau 0,64 persen level US$106,03 per barel di New York Mercantile Exchange pukul 13.03 WIB. WTI telah menguat 5,8 persen sepanjang April.

Sementara itu, harga minyak Brent untuk pengiriman Juni, yang berakhir Jumat, terpantau menguat 0,94 persen atau 1,01 poin ke level US$108,60 per barel di bursa ICE Futures Europe.

Perang telah memasuki bulan ketiga meskipun ada upaya diplomatik untuk gencatan senjata, dan Uni Eropa tampaknya membuat kemajuan bertahap menuju larangan impor minyak mentah Rusia.

Di sisi lain, peningkatan kasus Covid-19 di China menimbulkan tekanan ke pasar. Pemerintah China memperluas pengujian massal ke lebih banyak kota. Lockdown yang meluas juga berpotensi menimbulkan pembengkakan stok minyak.

Wakil presiden Oil, Midstream, dan Downstream Advisory untuk S&P Global Commodity Insights Victor Shum mengatakan gangguan terhadap pasokan minyak Rusia sejauh ini terbatas, tetapi tekanan akan terus meningkat.

“Wabah domestik terburuk di China daratan sejak awal 2020 terus berkembang. Covid-19 belum selesai dengan pasar minyak,” ujar Shum, dikutip Bloomberg, Jumat (29/4/2022).

Minyak telah berfluktuasi sekitar US$100 per barel sepanjang April dan kenaikan bulanan kelimanya akan menjadi kemenangan beruntun terpanjang sejak Januari 2018.

Sementara itu, perang yang berkecamuk terus memberikan tekanan ke atas terhadap inflasi dan menyebabkan AS dan sekutunya bulan ini menyetujui pelepasan cadangan minyak mentah strategis untuk menjinakkan kenaikan harga energi. Invasi juga secara signifikan memperketat pasar diesel.

Minyak diesel di New York melonjak sebanyak 2,1 persen pada hari Kamis ke level tertinggi sejak 1986 menjelang berakhirnya kontrak pada hari Jumat. Ini menjadi bahan bakar yang paling banyak diminati di dunia karena pembeli bersaing untuk mendapatkan pasokan dari kilang Pantai Teluk AS.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak mentah minyak mentah dunia harga minyak brent harga minyak mentah wti
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top