Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kontras dengan Bitcoin, Harga Altcoin Justru Melonjak

Sikap The Fed yang semakin agresif perihal kenaikan suku bunga menjadi sentimen negatif bagi pasar kripto.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 09 April 2022  |  08:09 WIB
Ilustrasi Mata Uang Kripto Bitcoin - Antara
Ilustrasi Mata Uang Kripto Bitcoin - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kebijakan agresif The Fed berdampak negatif terhadap pergerakan harga aset kripto utama seperti Bitcoin. Di sisi lain, sejumlah koin kripto alternatif atau altcoin menunjukkan kenaikan harga.

Data dari coinmarketcap.com pada Sabtu (9/4/2022), pada 7.40 WIB, harga Bitcoin terpantau menurun 3,21 persen ke poissi US$42.240,70. Koreksi juga terjadi pada aset kripto lain seperti Ethereum yang terkoreksi 1,79 persen ke posisi US$3.184,38.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono, mengatakan sikap The Fed yang semakin agresif menjadi sentimen negatif bagi pasar kripto. Kenaikan suku bunga The Fed akan mengurangi likuiditas di pasar keuangan dan membuat arus modal masuk ke aset kripto semakin berkurang, karena investor mengurangi minat ke aset tersebut.

"Perilisan risalah rapat The Fed itu cukup disayangkan mengingat aset kripto seharusnya bisa melaju kencang seiring akumulasi yang dilakukan investor sejak beberapa pekan lalu. Terlebih saat ini sudah memasuki periode awal kuartal yang menjadi sentimen positif untuk masuk ke investasi kripto," kata Afid, dikutip Sabtu (9/4/2022). 

Sentimen positif yang seharusnya bisa membuat pasar kripto reli pada pekan ini datang dari Microstrategy yang mengumumkan telah menambah lagi dana kelolaan Bitcoin sebanyak 4.100 BTC atau senilai US$190 juta. kemudian, Luna Foundation Guard (LFG) turut memborong BTC senilai US$ 230 juta. Namun, dua kabar ini tak berpengaruh signifikan ke market.

Afid mengatakan saat ini pasar kripto sudah memasuki musim koin alternatif atau altcoin. Periode ini terjadi di mana koin-koin kripto alternatif, selain Bitcoin mengalami kenaikan performa karena harga dan volume perdagangannya meningkat.

"Sebenarnya sudah masuk altcoin season. Karena lihat sudah banyak altcoin-altcoin yang digilir pumping bergantian. Seperti Biswap (BSW) yang pekan ini mengalami kenaikan hampir 100 persen. Kita lihat Bitcoin sedang mengalami stagnan dan altcoin pumping," ungkap Afid.

Lebih lanjut, Afid menerangkan jika dilihat dari data Bitcoin dominance chart di laman CoinMarketCap, BTC hanya menguasai 40 persen. Artinya dari total market cap yang ada sekitar 60 persen masuk ke altcoin.

Saat ini para investor membeli altcoin dengan sebagian dari keuntungan yang mereka dapatkan melalui penjualan BTC, yang secara alami dapat menyebabkan harga berbagai altcoin naik.

Faktor pendorong lainnya di balik altcoin season adalah tingginya minat pada sejumlah altcoin yang memiliki fundamental yang baik, seperti Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), Solana (SOL), Cardano (ADA), Kava (KAVA) dan NEAR Protocol (NEAR).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency aset kripto Altcoin
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top