Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Jelang Ramadan Dibuka Hijau, BBRI dan BBCA Diburu Asing

Berdasarkan data Bloomberg pada 09.02 WIB, sebanyak 99 saham menguat, 52 saham melemah dan 149 saham diperdagangkan stagnan pagi ini.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 01 April 2022  |  09:15 WIB
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat 0,26 persen atau 18,03 poin ke 7.089,48 pada pembukaan perdagangan Jumat (1/4/2022).

Berdasarkan data Bloomberg pada 09.02 WIB, sebanyak 99 saham menguat, 52 saham melemah dan 149 saham diperdagangkan stagnan pagi ini.

Investor asing tercatat membukukan aksi beli bersih atau net foreign buy Rp125,41 miliar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) menjadi yang paling banyak diborong asing Rp59,6 miliar. Menyusul saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) yang dikoleksi asing Rp46,4 miliar.

Sementara itu, saham PT Astra International Tbk. (ASII) pada pagi ini masuk ke jajaran top gainers dengan penguatan 3,04 persen. Tak ketinggalan saham PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF) yang melejit 12,82 persen.

Analis NH Korindo Dimas Pratama mengatakan, kekhawatiran konflik berkelanjutan Ukraina, inflasi Amerika Serikat (AS), dan sikap The Fed, masih menjadi sentimen negatif akhir kuartal I/2022.

"Ketiga bursa saham AS ditutup melemah diatas 1,5 persen. Pergerakan bursa saham AS semakin sensitif terhadap perkembangan perdamaian Rusia dan Ukraina," kata Dimas dalam risetnya, Jumat (1/4/2022).

Dia melanjutkan, Inflasi AS yang sudah tinggi seiring kenaikan harga komoditas, berpeluang membuat the Fed semakin agresif menaikkan suku bunga acuan. Investor juga menantikan rilis data unemployment rate untuk mengkonfirmasi kekuatan pasar tenaga kerja AS.

"Pergerakan indeks saham global, yield US Treasury, dan harga komoditas masih menjadi sentimen penggerak pasar awal kuartal II/2022 ini," tuturnya.

Riset NH Korindo Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak downward atau megalami koreksi teknikal hari ini, dengan rentang kisaran 7.000-7.100.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG ihsg pembukaan penggerak ihsg
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top