Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG Rawan Koreksi, MNC Sekuritas Rekomendasikan Saham Pilihan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rawan terkoreksi pada perdagangan akhir pekan, Jumat (1/4/2022). MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan mereka.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 01 April 2022  |  08:05 WIB
IHSG Rawan Koreksi, MNC Sekuritas Rekomendasikan Saham Pilihan
Pengunjung beraktivitas di depan papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/2/2022). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rawan terkoreksi pada perdagangan akhir pekan, Jumat (1/4/2022). MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham pilihan mereka.

Tim Riset MNC Sekuritas mengatakan, menutup perdagangan akhir bulan Maret kemarin (31/3/2022), IHSG bergerak menguat 0,3 persen ke level 7.071 dan sempat mencapai 7.099 sebagai target resistance IHSG yang MNC Sekuritas berikan.

"Meskipun demikian, kami memperkirakan penguatan IHSG sudah relatif terbatas karena sedang berada di akhir wave (a) dari wave [iii]. Hal tersebut berarti, IHSG rawan terkoreksi untuk membentuk wave (b) dari wave [iii] ke rentang area 6.960-7.030," tulis Tim Riset MNC Sekuritas, Jumat (1/4/2022).

Adapun support IHSG berada pada level 6.976-6.926, dengan resistance di level 7.100-7.140. Berikut adalah saham-saham yang direkomendasikan menurut MNC Sekuritas.

PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) - Spec Buy (2.440)

Pada perdagangan kemarin (31/3/2022), ANTM ditutup terkoreksi 2,8 persen ke level 2.440. Selama ANTM tidak terkoreksi ke bawah 2.270 sebagai supportnya, maka kami memperkirakan ANTM saat ini sedang membentuk akhir wave ii dari wave (v) pada label merah atau wave (b) dari wave [b] di label merah. Hal tersebut berarti, koreksi ANTM akan terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Spec Buy: 2.370-2.430

Target Price: 2.690, 2.980

Stoploss: below 2.270

 

PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) - Buy on Weakness (770)

SMRA ditutup terkoreksi 0,6 persen ke level 770 pada perdagangan kemarin, koreksi SMRA kemarin pun tertahan oleh MA20-nya. Selama SMRA masih mampu bergerak di atas 745 sebagai supportnya, maka kami memperkirakan posisi SMRA saat ini sedang berada di awal wave [iii] dari wave 3 pada label hitam.

Buy on Weakness: 755-770

Target Price: 840, 955

Stoploss: below 745

 

PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. (ISSP) - Buy on Weakness (416)

ISSP ditutup menguat 2,5 persen ke level 416 pada perdagangan kemarin. MNC Sekuritas memperkirakan, saat ini posisi ISSP sedang berada di awal wave [iii] dari wave C sehingga ISSP berpeluang melanjutkan penguatannya, dengan catatan ISSP tidak terkoreksi ke bawah 398.

Buy on Weakness: 408-416

Target Price: 446, 480

Stoploss: below 398

 

PT Mulia Industrindo Tbk. (MLIA) - Buy on Weakness (2.180)

MLIA ditutup menguat 5,8 persen ke level 2.180 pada perdagangan kemarin, pergerakan MLIA pun telah menembus MA20-nya dan masih berada pada uptrend channel-nya. MNC Sekuritas memperkirakan, posisi MLIA saat ini sedang berada di awal wave (y) dari wave [y] dari wave B pada label hitam atau awal wave (v) dari wave [a] pada label merah. Hal tersebut berarti, pergerakan MLIA diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatannya, selama masih berada di atas 1.960.

Buy on Weakness: 2.110-2.180

Target Price: 2.330, 2.550

Stoploss: below 1.960

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG antam rekomendasi saham mnc securities
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top