Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Beban Gaji Karyawan GoTo Naik Terus, Lampaui Biaya Promosi dan Iklan

Beban gaji karyawan GoTo menjadi pengeluaran terbesar perusahaan melampaui biaya iklan dan promosi.
Paparan publik penawaran umum perdana saham atau IPO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. pada Selasa (15/3/2022).
Paparan publik penawaran umum perdana saham atau IPO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. pada Selasa (15/3/2022).

Bisnis.com, JAKARTA – Euforia penawaran umum saham perdana PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) masih terus berlangsung. Salah satu poin yang menjadi catatan di samping pembukuan rugi bersih ialah liabilitas perusahaan ternyata kian meningkat, khususnya terkait beban gaji karyawan.

Beban perusahaan secara umum didominasi biaya promosi, gaji, dan imbalan karyawan, serta aktivitas iklan dan pemasaran. Berdasarkan data prospektus perusahaan, beban terbesar ada di pos gaji dan imbalan karyawan yang meningkat 35,7 persen per 31 Juli 2021, menduduki posisi teratas mencapai Rp4,12 triliun, disusul biaya promosi Rp1,38 triliun, dan biaya iklan serta pemasaran Rp1,18 triliun.

Tidak heran, tingkat kenaikan gaji perusahaan GoTo di rentang 7,5 persen hingga 10 persen per 31 Juli 2021. Gaji dan imbalan karyawan GoTo per Juli 2021 pun ikut terdongkrak mencapai Rp4,12 triliun, meningkat dari periode sama tahun sebelumnya di angka Rp2,11 triliun.

Jumlah karyawan pun terus meningkat dari tahun ke tahun. Di Indonesia, jumlah karyawan GoTo tahun 2020 sebanyak 1.495 orang, lalu bertambah menjadi total 4.467 orang di tahun 2021. Tentunya, jumlah ini berpengaruh signifikan terhadap beban gaji karyawan perusahaan.

Jumlah karyawan GoTo per tanggal 31 Juli 2021 meningkat signifikan pasca akuisisi dengan Tokopedia. Jumlah karyawan GoTo Indonesia ini terbanyak dibandingkan dengan anak perusahaan lainnya yang berbasis di India (1.115 orang), Singapura (297 orang), Vietnam (137 orang), Thailand (84 orang), dan Filipina (3 orang).

GoTo juga mencatatkan jumlah liabilitas yang mencapai total Rp17.689,8 miliar per tanggal 31 Juli 2021, atau meningkat sebesar 90 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai angka Rp9.309,2 miliar. Peningkatan ini disebabkan antara lain karena adanya kenaikan utang escrow, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, akrual, dan liabilitas pajak tangguhan.

Liabilitas imbalan kerja jangka pendek meningkat terutama disebabkan peningkatan gaji dan imbalan kerja terkait opsi saham karyawan. Sementara peningkatan akrual disumbang olek iklan, biaya pemasaran dan biaya profesional.

Sebagai informasi, karyawan tetap GoTo mendapat kompensasi berupa program penghargaan. Program ini mencakup gaji pokok, gaji variabel, insentif jangka panjang, serta kesejahteraan karyawan seperti asuransi kesehatan dan program kesejahteraan lainnya.

Lebih lanjut, pihak perusahaan juga menyediakan sejumlah fasilitas untuk karyawan, seperti akses gratis berobat di klinik kantor, nursery room untuk ibu bekerja, tempat penitipan anak di kantor, hingga employee recreation center. Investasi human capital GoTo tentu saja berimbas pada beban gaji karyawan yang terus meningkat.

Beban Gaji Karyawan GoTo Naik Terus, Lampaui Biaya Promosi dan Iklan

Beban Gaji Karyawan GoTo Naik Terus, Lampaui Biaya Promosi dan Iklan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper