Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konflik Rusia vs Ukraina Bikin Penerbitan Obligasi Korporasi Menantang

Emisi obligasi global dari perusahaan Indonesia bakal lebih menantang pada tahun ini.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 01 Maret 2022  |  05:46 WIB
Konflik Rusia vs Ukraina Bikin Penerbitan Obligasi Korporasi Menantang
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emisi obligasi global dari perusahaan Indonesia bakal lebih menantang pada tahun ini. Adapun, emisi obligasi dengan mata uang rupiah dinilai bakal lebih stabil.

Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto menjelaskan penerbitan obligasi global atau global bond mungkin bakal menantang pada tahun ini.

"Global bond mungkin menantang, pembiayaan local currency dan global, memang lebih menantang global, ada Fed Fund Rate [FFR] naik, US Treasury naik, situasi geopolitik dan arah ke ekonomi hijau juga bakal menyulitkan," urainya dikutip Senin (28/2/2022).

Menurutnya, emisi corporate bond menggunakan mata uang rupiah bakal lebih stabil dan diserap oleh pasar. Alasannya, reksadana, dana pensiun, asuransi, dan perbankan, tak terlalu terekspos cost of fund dari mata uang asing.

Kendati demikian, dari sisi global memang ada tantangan. Sepanjang tahun berjalan, belum ada perusahaan Indonesia yang menerbitkan global bond, ini dinilainya menjadi pertanda.

Korporasi lanjutnya, masih memiliki fleksibilitas pembiayaan yang cukup terbuka, karena ketika global bond menantang, pinjaman ke perbankan masih memungkinkan dengan likuiditas tebal yang dimiliki bank.

Selain itu, penerbitan obligasi dengan mata uang lokal juga masih bakal diserap oleh pasar. Pendanaan internal juga tetap menjadi opsi bagi korporasi dengan likuiditas yang tebal di tengah pemulihan ekonomi saat ini.

Anto melanjutkan meski sudah mencatatkan return hampir 30 persen pada 2019 dan 2020. Pasar obligasi masih memberikan kinerja yang positif pada 2021 (naik 5,4 persen berdasarkan perhitungan indeks return obligasi pemerintah oleh Bloomberg) di tengah gejolak pengurangan kebijakan stimulus moneter oleh the Fed yang dikenal dengan istilah tapering dan munculnya varian Covid-19 baru yang turut menekan recovery ekonomi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Rupiah korporasi mandiri sekuritas
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top