Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AnterAja Tumbuh 150 Persen, Adi Sarana (ASSA) Yakin Pendapatan Naik 50 Persen pada 2021

Adi Sarana yang berkode ASSA ini terus menciptakan inovasi baru untuk beradaptasi dengan situasi ekonomi yang penuh dengan ketidakpastian akibat pandemi yang tidak kunjung reda.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 28 Februari 2022  |  15:14 WIB
Motor listrik yang digunakan oleh kurir AnterAja. - istimewa
Motor listrik yang digunakan oleh kurir AnterAja. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten transportasi dan logistik grup TP Rachmat, PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) optimistis pendapatan tumbuh di atas 50 persen pada 2021. Hal ini didukung pertumbuhan eksponensial lini bisnis jasa kurir.

Presiden Direktur Adi Sarana Armada Prodjo Sunarjanto menuturkan berhasil melewati tahun 2021 dengan baik meskipun pandemi Covid-19 masih belum berakhir.

Emiten berkode ASSA ini terus menciptakan inovasi baru untuk beradaptasi dengan situasi ekonomi yang penuh dengan ketidakpastian akibat pandemi yang tidak kunjung reda.

“Hingga akhir 2021, kami memperkirakan pendapatan ASSA bertumbuh sekitar 50 persen. Dimana pada tahun 2021, AnterAja telah berhasil memberikan kontribusi keuntungan bagi ASSA, dengan pertumbuhan mencapai hingga tiga digit yaitu sekitar 150 persen,” kata Prodjo dalam keterangan pers, Senin (28/2/2022).

Seiring dengan semakin meningkatnya transaksi melalui marketplace, serta penerapan pembatasan mobilitas masyarakat oleh Pemerintah, telah memacu perkembangan dari industri logistik ekspres termasuk Anteraja.

AnterAja mencatatkan volume pengiriman mencapai 1 juta paket per hari, dan ditargetkan pengiriman Anteraja dapat mencapai 1,5 juta paket per hari pada akhir tahun 2022.

Selain itu, ASSA pada Januari 2022 telah berhasil menjadikan salah satu anak usaha yaitu PT Autopedia Sukses Lestari (ALSC), menjadi perusahaan terbuka dengan total modal yang dilepas ke publik sebesar 20 persen.

Adapun, ASLC akan fokus dalam menjalankan bisnis di bidang lelang, serta jual beli mobil secara online-to-offline (O2O) melalui merek dagang JBA Indonesia dan Caroline.id.

Dia menargetkan pendapatan dan laba bersih perseroan pada 2022 dapat tumbuh double digit di atas 30 persen.

“Kami optimistis kinerja ASSA pada 2022 ini masih bergerak naik, yang didorong oleh pertumbuhan kinerja dari lini bisnis last mile delivery AnterAja yang sangat eksponensial. Pada tahun ini, AnterAja masih akan menjadi kontributor terbesar ASSA dengan target kontribusi di atas 50 persen," urainya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

adi sarana armada anteraja
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top