Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Arwana (ARNA) Bidik Laba Bersih Tembus Rp610 Miliar Pada 2022

Produsen keramik PT Arwana Citramulia Tbk. (ARNA) menargetkan penjualan bersih perseroan tumbuh 8 persen dengan laba bersih Rp610 miliar pada 2022.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 14 Februari 2022  |  15:40 WIB
Pabrik keramik Arwana Citra Mulia Tbk - Bisnis.com
Pabrik keramik Arwana Citra Mulia Tbk - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen keramik PT Arwana Citramulia Tbk. (ARNA) menargetkan penjualan bersih perseroan tumbuh 8 persen pada 2022.

Chief Financial Officer Arwana Citramulia Rudy Sujanto mengatakan, pihaknya memproyeksikan penjualan bersih tumbuh 8 persen, dengan average selling price (ASP) 1,8 persen dan pertumbuhan volume penjualan 6,3 persen pada 2022.

Pihaknya juga menargetkan penjualan keramik mencapai 72 juta meter persegi pada 2022.

"Laba bersih diproyeksikan Rp610 miliar, bertumbuh 30 persen," kata Rudy kepada Bisnis, Senin (14/2/2022).

Sepanjang 2021, ARNA tercatat mampu membukukan peningkatan penjualan bersih 15,5 persen atau Rp2,55 triliun. Rudy menjelaskan penjualan bersih ini tumbuh karena volume penjualan naik 11,4 persen dan harga jual rata-rata yang tumbuh 3,7 persen.

"Harga jual rata-rata tumbuh 3,7 persen karena mix sales produk uno digi yang naik dan adanya penjualan glazed porcelain dari plant 5B yang mulai berproduksi pada April 2021," ucapnya.

Sementara laba bersih perseroan tumbuh 45,78 persen menjadi Rp470,9 miliar, dengan marjin yang naik dari 14,6 persen menjadi 18,4 persen.

Rudy menjelaskan, selain karena kenaikan ASP, laba bersih juga tumbuh karena kontribusi dari efisiensi biaya produksi. Efisiensi tersebut antara lain biaya glazur yang turun 7 persen karena inovasi riset dan pengembangan, serta pemakaian gas yang turun sekitar 10 persen.

Dia melanjutkan, pada tahun 2022 emiten berkode saham ARNA ini mulai membangun line produksi baru, P5C untuk produksi glazed porcelain yang ditargetkan akan berproduksi pada awal 2023.

ARNA menyiapkan belanja modal sekitar Rp300 miliar untuk pembangunan P5C tersebut, yang berasal dari kas internal perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG laba bersih pendapatan keramik Kinerja Emiten
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top