Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kehilangan Pengendali, BEI Evaluasi HK Metals (HKMU)

Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah melakukan evaluasi terkait menghilangnya pengendali pada PT HK Metals Utama Tbk. (HKMU).
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 11 Februari 2022  |  13:59 WIB
Kehilangan Pengendali, BEI Evaluasi HK Metals (HKMU)
Ricky Harun (kanan) diangkat sebagai Komisaris PT HK Metals Utama Tbk. (HKMU) dalam RUPSLB pada Senin (16/8 - 2021).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah melakukan evaluasi terkait menghilangnya pengendali pada PT HK Metals Utama Tbk. (HKMU).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyatakan pihaknya tengah mengevaluasi terkait menghilangnya pengendali pada tubuh HKMU. Namun, dia belum dapat menyampaikan kapan proses itu akan selesai.

“Khusus terkait HKMU,  Bursa telah meminta penjelasan, melakukan dengar pendapat dan saat ini melakukan evaluasi atas kecukupan informasi perseroan,” katanya Jumat (11/2/2022).

Nyoman mengacu pada Pasal 85 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 3/POJK.04/2021 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Pasar Modal. Jelas bahwa perusahaan terbuka wajib menetapkan pihak yang menjadi pengendali dari perusahaan terbuka tersebut dan melaporkannya kepada OJK.

Lalu dia menambahkan dalam kondisi tertentu OJK berwenang untuk menetapkan pihak tertentu sebagai Pengendali. “Sehingga dalam hal perusahaan terbuka tidak memiliki pengendali dan masuk dalam kondisi tertentu sebagaimana pasal 87, maka perusahaan terbuka dapat meminta OJK untuk menetapkan pengendalinya,” imbuhnya.

Menurutnya, perusahaan publik yang tercatat di bursa wajib menyampaikan keterbukaan informasi mengenai pengendali perusahaan maupun setiap perubahannya, sehingga publik bisa mengetahui setiap saat dalam hal terjadi perubahan pengendalian atas perusahaan tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan HK Metals Utama Jodi Pujiyono mengatakan pemegang saham HKMU per 8 Februari 2022 ada sebanyak 14.748 pemegang saham. Namun tidak satu pun yang mempunyai kepemilikan di atas 5 persen.

Jodi menambahkan penjualan seluruh saham milik pengendali perseroan sebelumnya yaitu PT Hyamn Sukses Abadi adalah inisiatif dan hak sepenuhnya pemegang saham.

“Komunikasi terakhir perseroan dengan pengendali saham perseroan sebelumnya pada tanggal 13 Desember 2021. PT Hyamn Sukses Abadi melakukan transaksi pelepasan saham sebanyak 150.000.000 lembar sehingga kepemilkan saham setelah transaksi menjadi 98.367.025 lembar atau setara 3,05% dan sudah dilakukan Keterbukaan Informasi tanggal 14 Desember 2021,” katanya dalam keterangan resmi pada Kamis (10/2/2022).

Menurutnya tidak terdapat dampak dari perubahan pengendalian terhadap operasional dan pengembangan bisnis Perseroan. Dia mengeklaim aktivitas tetap berjalan nomal dan menunjukan hasil yang positif.

Adapun per Januari 2022, pencatatan in house, perseroan membukukan omset Rp48,3 miliar naik 56 persen dibandingkan per Januari 2021 sebesar Rp31 miliar.

HKMU kehilangan pengendali karena tidak ada lagi perusahaan yang memegang saham di atas 5 persen. PT Hyamn Sukses Abadi tercatat hanya mempunyai 3,05 persen saham setara dengan 98,36 juta lembar.

Adapun publik tercatat memiliki 96,95 persen saham atau setara dengan 3,12 miliar lembar. Sementara itu, direksi beserta jajaran komisaris tidak memiliki saham di perseroan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bei bursa efek indonesia emiten pertambangan Kinerja Emiten
Editor : Pandu Gumilar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top