Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Batavia Prosperindo Luncurkan Reksa Dana Dolar AS Syariah Sektor Teknologi

Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) merilis produk Batavia Technology Sharia Equity USD dengan nilai pembelian mulai US$10.000.
ilustrasi investasi
ilustrasi investasi

Bisnis.com, JAKARTA – Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM) merilis produk reksa dana Batavia Technology Sharia Equity USD untuk memenuhi kebutuhan diversifikasi portofolio investor Indonesia.

Lilis Setiadi, President Director Batavia Prosperindo Aset Manajemen mengatakan, sektor teknologi merupakan salah satu mega tren investasi yang populer di pasar global. Hal ini seiring dengan perkembangan teknologi digital yang diakselerasi oleh pandemi virus corona.

“Transformasi teknologi akan terus berjalan dalam jangka panjang dan menjadi mega tren di pasar investasi global. Oleh karena itu, investor perlu mempertimbangkan tren ini sebagai bagian dari portofolio mereka untuk mendapat pertumbuhan return,” jelasnya dalam acara peluncuran produk Batavia Technology Sharia Equity USD, Rabu (9/2/2022).

Adapun, produk reksa dana yang bekerja sama dengan Permata Bank Wealth Management ini akan dapat dibeli oleh para investor pada 16 Februari 2022 mendatang. Nilai pembelian pertama minimal adalah sebanyak US$10.000 sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Djumariah Tenteram, Retail Banking Director Permata Bank mengatakan, produk ini diharapkan dapat menjadi solusi investor untuk memperkuat portofolionya. Hal ini terutama pada bidang teknologi serta peralatan dan jasa komunikasi yang diyakini akan terus tumbuh di tahun-tahun mendatang.

Eri Kusnadi, Director Batavia Prosperindo Aset Manajemen menambahkan, selain tema teknologi, produk ini akan dikelola dengan prinsip syariah dan active management. Hal ini memungkinkan BPAM untuk mengatur portofolio dengan optimal sesuai dengan perkembangan sektor yang terjadi.

“Produk reksa dana ini juga dapat menjadi pilihan bagi investor Indonesia untuk ikut merasakan pertumbuhan di pasar global yang saat ini ditopang oleh sektor-sektor berkaitan dengan teknologi,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper