Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bitcoin Masuk Fase Musim Dingin, Waktunya Altcoin Bersinar?

Setelah terjadi kenaikan harga yang cukup tinggi, harga Bitcoin akan cenderung menjadi lebih stabil. Akibatnya, investor akan mencari peluang investasi yang lebih menguntungkan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 02 Februari 2022  |  19:38 WIB
Ilustrasi aset kripto Bitcoin, Ether, dan Altcoin - Istimewa
Ilustrasi aset kripto Bitcoin, Ether, dan Altcoin - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Bitcoin dan Ethereum masih diselimuti ketidakpastian setelah harganya merosot akibat kebijakan hawkish The Fed. Periode ini justru dianggap sebagai momentum bersinarnya Altcoin atau alternative coin sebagai subtitusi aset kripto berkapitalisasi pasar besar.  

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menuturkan pada perdagangan hari ini Bitcoin, Ethereum dan aset kripto berkapitalisasi pasar utama lainnya terpantau cerah walau pekan sebelumnya sempat melemah dan bertahan di zona merah.

"Pejabat Federal Reserve [The Fed] mengecilkan kemungkinan kenaikan suku bunga setengah poin pada Maret dan reli di pasar ekuitas global menodai beberapa daya tarik safe haven," katanya, Rabu (2/2/2022).

Dia menyebut beberapa analis memperkirakan hambatan regulasi akan memudar dalam jangka pendek dan dapat meningkatkan sentimen investor. Hal ini terukur pada Fear & Greed Index yang mulai naik dari posisi terendah atau posisi sangat ekstrem, yang berarti sentimen bearish mulai memudar.

Bahkan, indeks yang mengukur sikap psikologis investor di pasar kripto kini mendekati posisi terendah Juli 2020, yang mendahului pemulihan harga kripto.

Namun, beberapa analis lainnya masih cenderung skeptis karena mereka menilai bahwa risiko dari makroekonomi dan tindakan keras regulator masih cukup tinggi terutama di AS, India dan Rusia.

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:25 WIB, hanya dua koin digital (token) berjenis stablecoin yakni Tether dan USD Coin yang diperdagangkan di zona merah pada hari ini. Sedangkan sisanya kembali diperdagangkan di zona hijau.

Bitcoin menguat 0,52 persen ke level harga US$38.458,77 per koin atau setara dengan Rp551.114.174 per koin (asumsi kurs Rp 14.330), Ethereum melesat 2,64 persen ke level US$2.757,34 per koin atau Rp39.512.682 per koin.

Dalam perdagangan sore ini, Ethereum pada jam 15.00 WIB, menguat di harga US$2.754.82 (0,63 persen) dengan volume transaksi sebesar US$ 2,46 miliar dengan kapitalisasi pasar US$329,28 miliar. Sedangkan untuk perdagangan besok, Bitcoin kemungkinan dibuka fluktuatif menguat di kisaran US$2.600,5 - US$2.900,5.

Di tengah ketidakpastian mata uang kripto utama, muncul istilah musim altcoin. Sebuah periode ketika koin-koin kripto alternatif mengalami kenaikan performa pasar karena harga dan volume perdagangannya yang meningkat.

Altcoin (alternative coin) adalah sebutan yang digunakan ketika menyebut aset-aset kripto selain Bitcoin seperti Cardano, Polkadot, Polygon, Ethereum, dan sebagainya.

Istilah ini digunakan untuk membedakan Bitcoin dengan aset kripto lainnya karena kapitalisasi pasar Bitcoin yang menguasai hampir 50 persen dari pasar dunia kripto

Tren atau musim altcoin merupakan salah satu siklus yang terjadi dalam pasar cryptocurrency. Selain itu, terdapat juga sebutan Bitcoin season atau musim Bitcoin yang juga menandakan peningkatan performa pasar Bitcoin.

Istilah musim ini digunakan pada periode waktu bull run atau kondisi saat pasar kripto mengalami kenaikan harga. Biasanya, kedua ;musim’ ini terjadi secara bergantian karena secara natural kenaikan harga tidak akan bertahan dalam jangka waktu panjang.

Lantas apa yang menyebabkan terjadinya Altseason? Berikut rangkuman yang dilansir dari situs Pintu.co.id.

Setelah terjadi kenaikan harga yang cukup tinggi, harga Bitcoin akan cenderung menjadi lebih stabil. Akibatnya, investor akan mencari peluang investasi yang lebih menguntungkan.

Mereka umumnya memperdagangkan Bitcoin untuk Ethereum dan altcoin potensial lainnya. Hal ini memicu terjadinya Altseason, yang membuat jumlah keseluruhan pangsa pasar Bitcoin menjadi turun.

Mengapa siklus ini penting?
Mengetahui musim cryptocurrency yang sedang berlangsung bisa memberikan banyak kesempatan bagi investor yang ingin memilih aset kripto yang tepat.

Contohnya, dalam Bitcoin season, harga altcoin pada umumnya akan berada pada level yang stabil atau bahkan menurun. Dalam kondisi ini, investor bisa mulai meneliti untuk membeli beberapa altcoin yang sedang mengalami penurunan harga.

Fase penurunan harga ini bisa menjadi kesempatan investor mendapatkan altcoin yang memiliki potensi besar dalam jangka panjang atau bahkan dalam jangka menengah, sampai akhirnya masuk musim altcoin

Pada musim altcoin, invetsor bisa mulai menjual beberapa aset kripto yang mengalami kenaikan harga. Investor juga bisa menahan (HOLD) untuk menunggu apakah kenaikan harga pada musim altcoin ini akan menjadi harga normal baru bagi koin tersebut.

Kapan terjadi altcoin season dan bagaimana mengetahuinya?
Altcoin season adalah periode saat aliran investasi lebih banyak masuk ke dalam altcoin daripada Bitcoin. Hal ini bisa terjadi karena beberapa hal. Salah satunya, Bitcoin baru saja menyelesaikan dominasinya di pasar setelah melalui kenaikan signifikan dan investor mulai menjual aset Bitcoin mereka untuk mendapatkan keuntungan.

Dalam waktu yang sama, performa beberapa altcoin yang lain mulai terlihat membaik dengan volume perdagangan dan aliran uang yang meningkat. Pada momen itu, kita bisa melihat bahwa musim ‘altseason‘ akan dimulai.

Selain memperhatikan pasar dan melihat analisis dari komunitas kripto, terdapat sebuah situs intuitif yang bisa membantu investor menentukan kapan altseason dimulai. Situs Blockchain Center memiliki sebuah halaman berisi indeks altcoin season yang bisa mempermudah investor melihat apakah altcoin season sudah terjadi.

Situs Blockchain Center juga memiliki indeks altcoin month dan altcoin year yang sama-sama menampilkan situasi dominasi altcoin dalam bulan dan tahun ini. Selain itu, halaman tersebut juga memberikan statistik performa aset-aset crypto.

Pergerakan kapitalisasi pasar dari Bitcoin kepada altcoin yang menandakan terjadinya altseason juga bisa dilihat dari berita dan tren yang terjadi dalam komunitas kripto. 

Pengumuman tentang investor-investor besar yang berinvestasi pada altcoin biasanya juga menunjukkan tren ke mana pergerakan uang mengalir. Selain itu, altseason biasanya dimulai dengan salah satu altcoin yang tiba-tiba disukai seperti Shiba Inu (SHIB) atau industri dalam altcoin yang popularitasnya meningkat seperti NFT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency Ethereum aset kripto Altcoin
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top