Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wika Beton (WTON) Bakal Ekspansi ke Asia Tenggara Tahun Ini

Langkah ekspansi Wika Beton (WTON) ini merupakan salah satu dari 5 strategi guna mencapai target kontrak baru Rp7,35 triliun pada 2022
Pekerja melakukan pengecekan rutin beton di pabrik milik PT Wijaya Karya Beton./JIBI-Nurul Hidayat
Pekerja melakukan pengecekan rutin beton di pabrik milik PT Wijaya Karya Beton./JIBI-Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten grup BUMN Karya, PT Wijaya Karya Beton Tbk. (WTON) menyiapkan 5 strategi guna mencapai target kontrak baru Rp7,35 triliun pada 2022. Salah satunya adalah ekspansi ke Asia Tenggara.

Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) Yuherni Sisdwi Rachmiyati menuturkan target kontrak baru emiten berkode WTON ini sebesar Rp7,35 triliun pada 2022.

Yuherni menjelaskan beberapa strategi yang akan dilakukan pada 2022, pertama, sinergi dan kolaborasi dengan PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) Group dan partner strategis akan semakin terus ditingkatkan.

Hal ini selain saling memberikan sejumlah benefit, juga lebih mudah dalam menjalin kerjasama yang saling membutuhkan.

"Kedua, WTON melakukan penetrasi dan pengembangan pasar, tidak hanya pada pasar domestik, juga menyasar wilayah regional Asia Tenggara," jelasnya kepada Bisnis, Sabtu (29/1/2022).

Ketiga, kebijakan harga di tengah persaingan yang semakin meningkat dan optimalisasi  kapasitas untuk biaya produksi yang lebih kompetitif.

Keempat, realignment internal perusahaan dan grup Wika serta pengembangan usaha sesuai visi perusahaan.

Kelima, optimalisasi modal usaha untuk menjaga stabilitas cash flow yang terus terjaga positif hingga saat ini, terlihat dari cashflow operasional yang senantiasa positif hingga tahun 2021.

WTON mencatatkan penurunan kinerja hingga kuartal III/2021. Dalam laporan keuangannya, anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) ini mencatatkan penurunan pendapatan 16,18 persen menjadi Rp2,47 triliun hingga kuartal III/2021, dari sebelumnya Rp2,95 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan ini diraih dari produk putar sebesar Rp992 miliar, turun 13,2 persen dari Rp1,14 triliun. Selanjutnya, pendapatan produk non-putar sebesar Rp1,17 triliun, naik 6,24 persen dari Rp1,10 triliun.

Adapun pendapatan jasa perseroan turun 28,2 persen menjadi Rp154,3 miliar, dari Rp214,9 miliar. Begitu pula dengan pendapatan konstruksi yang turun 68,16 persen dari Rp492 miliar, menjadi Rp156,6 miliar yoy.

Beban pokok pendapatan perseroan tercatat turun 15,54 persen menjadi Rp2,35 triliun, dari Rp2,79 triliun secara tahunan atau year-on-year (yoy).

Laba bruto perseroan juga tercatat mengalami penurunan menjadi 27,10 persen dari Rp163,3 miliar, menjadi Rp119,1 miliar hingga kuartal III/2021.

WTON pun tercatat masih mampu membukukan laba bersih Rp54 miliar, turun 1,64 persen dari Rp54,9 miliar secara tahunan.

Adapun hingga sembilan bulan 2021, WTON mencatatkan total aset sebesar Rp8,47 triliun, turun dari 2020 sebesar Rp8,5 triliun.

Jumlah liabilitas perseroan juga turun menjadi Rp5,05 triliun akhir September 2021, dari Rp5,11 triliun di akhir 2020. Sementara jumlah ekuitas perseroan tercatat naik menjadi Rp3,4 triliun hingga akhir kuartal III/2021, dari Rp3,39 triliun di 31 Desember 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper