Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Target Kapitalisasi Pasar Bukalapak (BUKA) Meleset, Ini Respons BEI

BEI sebelumnya pernah menyebutkan Bukalapak berpotensi mengerek nilai kapitalisasi pasar bursa sekitar Rp77,3 triliun hingga Rp87,3 triliun.
Warga menggunakan aplikasi Bukalapak di Jakarta, Selasa (18/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Warga menggunakan aplikasi Bukalapak di Jakarta, Selasa (18/1/2022). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia pernah menargetkan market cap atau kapitalisasi pasar PT Bukalapak.com hingga Rp87 triliun. Namun kapitalisasi pasar emiten dengan kode BUKA tersebut terus menurun seiring dengan pelemahan harga saham sejak IPO pada Agustus 2021. 

Sebelum menjadi perusahaan tercatat, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan Bukalapak berpotensi mengerek nilai kapitalisasi pasar bursa sekitar Rp77,3 triliun hingga Rp87,3 triliun. Namun, target itu meleset karena per Rabu (19/1/2022) kapitalisasi pasar emiten berkode saham BUKA itu hanya Rp38,13 triliun.

Menanggapi hal tersebut, Nyoman mengatakan masih optimistis melihat perkembangan valuasi dari perusahaan teknologi kelompok Unicorn maupun Centaur.

"Tentunya kami tetap optimis adanya kontribusi positif yang dapat diberikan terhadap peningkatan kapitaliasai pasar Bursa Efek Indonesia apabila perusahaan-perusahaan unicorn dan centaur tercatat nantinya," katanya Kamis (20/1/2022).

Dia berharap peningkatan kapitalisasi pasar juga dapat berasal dari perusahaan-perusahaan lain dari berbagai karakteristik dan sektor usaha. Menurutnya optimisme tersebut tidak lepas dari faktor perkembangan kondisi new normal yang semakin kondusif dan pemulihan ekonomi nasional.

Dengan begitu dapat menjadi pendorong untuk korporasi melakukan ekspansi bisnisnya melalui pendanaan dari pasar modal. "Guna mengakomodasi perusahaan Unicorn atau Centaur dan berbagai karakteristik perusahaan Indonesia yang semakin berkembang untuk tumbuh bersama Pasar Modal Indonesia, OJK bersama dengan SRO (BEI, KPEI dan KSEI) juga bersikap adaptif terhadap perkembangan bisnis dan industri perusahaan-perusahaan di Tanah Air," ungkapnya.

Menurutnya BEI selalu berkomitmen mendukung seluruh perusahaan-perusahaan potensial di Indonesia untuk tumbuh bersama dan yakin bahwa tahun 2022 akan lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Sebelum pencatatan, BUKA juga diharapkan dapat mendorong bobot saham Indonesia di indeks MSCI (Morgan Stanley Capital Index). Seperti diketahui, indeks MSCI menjadi pedoman bagi investor global dalam menempatkan investasi mereka.
Nyoman menyebut indeks MSCI banyak memperhitungangkan perusahaan yang memiliki bisnis model yang terkait dengan teknologi, termasuk perusahaan seperti Bukalapak. 

“Jadi kalau Bukalapak masuk tentunya mereka [MSCI] punya hitung-hitungan sendiri. Ini salah satu yang akan jadi pertimbangan mereka untuk menghitung bobot nilai,” kata Nyoman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper