Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siap-Siap! Adaro Minerals (ADMR) Listing Perdana Hari Ini, IPO Pertama di 2022

ADMR menawarkan 6,04 miliar saham dalam aksi penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) atau setara dengan 15 persen saham ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 03 Januari 2022  |  07:02 WIB
Ilustrasi proyek PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), anak usaha PT Adaro Energy Tbk. (ADRO).
Ilustrasi proyek PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), anak usaha PT Adaro Energy Tbk. (ADRO).

Bisnis.com, JAKARTA – PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. atau ADMR akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia hari ini, Senin (3/1/2022), sekaligus menjadi perusahaan go public pertama pada tahun 2022.

Emiten dengan kode saham ADMR tersebut menawarkan 6,04 miliar saham dalam aksi penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) atau setara dengan 15 persen saham ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Berdasarkan prospektus terbaru, ADMR menetapkan harga penawaran Rp100 alias di batas bawah rentang harga book building. Dengan demikian, perseroan akan meraih dana segar sebanyak-banyaknya Rp604,85 miliar dalam aksi korporasi ini. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO ini adalah PT Ciptadana Sekuritas Asia.

PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. bergerak pada sektor Energy dengan sub sektor Oil, Gas, and Coal. ADMR merupakan anak usaha PT Adaro Energy Tbk. (ADRO). ADMR bergerak di bidang usaha pertambangan dan perdagangan batu bara metalurgi melalui perusahaan anak dan menjalankan kegiatan usaha berupa jasa pertambangan dan jasa konsultasi manajemen.

Dalam menjalankan usahanya, ADMR dan entitas anak didukung dengan rantai pasokan yang terintegrasi dari tambang hingga ke stockpile dan transshipment area. Masing-masing dari 5 perusahaan anak mempunyai konsesi tambang berdasarkan PKP2B yang berlokasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur dengan total luas 146.579 hektar.

Pada tanggal 31 Agustus 2021, keseluruhan konsesi PKP2B tersebut memiliki sumber daya sebesar 980,0 juta ton dan cadangan sebesar 170,7 juta ton batu bara metalurgi yang berkualitas tinggi. Terkait tambang PT Maruwai Coal (MC) yang saat ini aktif, estimasi sumber daya dan cadangan menggunakan data topography 25 Mei 2021.

Kelima konsesi PKP2B tersebut merupakan bagian dari Cekungan Kutei Atas (Upper Kutei Basin), yang memiliki endapan batu bara metalurgi yang merupakan salah satu area greenfields terbesar secara global.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

initial public offering Adaro Minerals Indonesia ADMR
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top