Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Yield Obligasi Treasury Turun, Harga Emas Merangkak Naik

Harga kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari 2022 di Comex terpantau menguat 0,14 persen atau 2,6 poin ke level US$1.816,70 per troy ounce pada pukul 07.54 WIB.
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. /Bloomberg
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. /Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas menguat pada perdagangan pagi hari ini, Jumat (31/12/2021), setelah menghentikan pelemahan pada perdagangan sebelumnya karena imbal hasil obligasi pemerintah AS turun.

Berdasarkan data Bloomberg, harga kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari 2022 di Comex terpantau menguat 0,14 persen atau 2,6 poin ke level US$1.816,70 per troy ounce pada pukul 07.54 WIB.

Sementara itu, harga emas di pasar spot terpantau mengaut 0,12 persen atau 2,14  poin ke level US$1.817,36 per troy ounce.

Harga emas Comex sebelumnya ditutup menguat 8,3 poin atau 0,46 persen ke US$1.814,10 per troy ounce pada perdagangan Kamis (30/12/2021).

"Pelaku pasar berada dalam perdagangan tipe liburan dengan volume sangat rendah. Saya pikir emas nyaman di sekitar US$1.800 dolar AS," kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures, seperti dilansir Antara, Jumat (31/12/2021).

Ia menambahkan, harga emas dapat menemukan lebih banyak arah dengan volume yang diperkirakan akan meningkat hingga pekan depan.

Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun turun dari tertinggi satu bulan tanpa katalis utama, mendorong arah pasar dan banyak pedagang keluar sebelum liburan Tahun Baru. Ini mengurangi peluang kerugian memegang emas yang tidak membayar bunga.

Harga emas turun sekitar 5,0 persen sepanjang tahun ini dan berada di jalur penurunan terbesar sejak 2015, karena ekonomi pulih dari dampak pandemi, mengurangi permintaan aset aman emas.

Harga mencapai level tertinggi satu bulan pada Selasa (28/12/2021) tetapi merosot ke level terendah satu minggu di sesi berikutnya.

Analis mata uang DailyFX Ilya Spivak mengatakan fluktuasi yang terlihat selama dua hari terakhir tidak ada hubungannya dengan katalis fundamental dan lebih merupakan contoh pasar yang sangat tipis, yang berarti volatilitas diperkuat, kata analis.

Membatasi kenaikan emas, saham AS rebound di tengah meningkatnya selera risiko baru karena penurunan klaim pengangguran mingguan meredakan kekhawatiran atas kerusakan ekonomi dari lonjakan infeksi Covid-19 yang merajalela di Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper