Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Terus Ngegas, Jadi Paling Kuat di Asia

Nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,40 persen atau 56,5 poin ke posisi Rp14.233,00 per dolar AS.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 23 Desember 2021  |  15:21 WIB
Petugas menunjukkan mata uang dolar AS dan rupiah di Money Changer, Jakarta, Senin (19/4/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Petugas menunjukkan mata uang dolar AS dan rupiah di Money Changer, Jakarta, Senin (19/4/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup kembali menguat pada hari ini, Kamis (23/12/2021). Tidak sekadar menguat, tetapi nilai tukar rupiah memimpin penguatan di kawasan Asia. 

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,40 persen atau 56,5 poin ke posisi Rp14.233,00 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terpantau turun tipis 0,00 persen atau 0,0020 poin ke level 96,07 pada pukul 15.05 WIB. 

Sementara itu, mata uang lain di kawasan Asia yang ikut menguat diantaranya rupee India naik 0,37 persen, won Korea Selatan naik 0,36 persen, peso Filipina naik 0,28 persen, dolar Taiwan naik 0,27 persen kemudian juga ringgit Malaysia naik 0,23 persen terhadap dolar AS. 

Sebelumnya, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyampaikan pergerakan mata uang rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh beberapa sentimen baik domestik maupun global. 

Ibrahim menyampaikan bahwa meski menguat, dolar Amerika Serikat sebelumnya sempat melemah yang mengakibatkan pasar kembali mengoleksi aset berisiko karena kekhawatiran varian Omicron dari Covid-19. 

“Namun, imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi dan selera risiko investor yang agak membaik mengatasi kekhawatiran ini,” tulis Ibrahim dalam riset hariannya, Rabu (22/12/2021). 

Menurutnya, imbal hasil Treasury AS lebih tinggi dibandingkan dengan kemarin setelah investor fokus pada kondisi ekonomi yang optimis dan diskon inflasi. Selain itu, lelang obligasi 20 tahun berjalan lebih baik dari yang diharapkan.

Sementara itu lanjutnya, dengan penyebaran Omicron di seluruh Eropa, AS, dan Asia, beberapa negara mempertimbangkan untuk menerapkan kembali tindakan pembatasan. 

Oleh sebab itu, investor ungkapnya berjuang untuk menjelaskan suasana "risk-on", dengan beberapa pihak yang mengatakan pasar berjuang untuk menilai konsekuensi Omicron, yang mengarah ke volatilitas yang tidak sesuai dengan musimnya.

Sementara itu, di dalam negeri Ibrahim mengingatkan bahwa pemerintah perlu melakukan pengawasan lebih ketat mengingat saat ini masyarakat sudah melakukan perjalanan ke luar negeri jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru. 

 Ibrahim menyampaikan bahwa berdasarkan catatan PT Jasa Marga (Persero) Tbk., sebanyak 648.669 kendaraan telah melewati empat gerbang tol utama yang mengarah ke timur, barat, maupun selatan. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah nilai tukar rupiah
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top