Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Dunia Prediksi Harga Emas Melempem pada 2022, Ini Sebabnya

Harga emas tercatat turun sekitar 1,3 persen pada kuartal III/2021. Koreksi tersebut didorong oleh penurunan minat investor ditengah kenaikan imbal hasil obligasi AS.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 05 Desember 2021  |  12:50 WIB
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS. - Bloomberg
Aneka emas batangan beragam ukuran dan bentuk. Harga emas dunia mendekati level US2.000 per troy ounce dan diperkirakan akan terus menguat seiring dengan pelemahan dolar AS. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Dunia memproyeksikan harga emas akan menurun pada tahun depan seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS.

Laporan Commodity Markets Outlook dari Bank Dunia menyebutkan, harga emas turun sekitar 1,3 persen pada kuartal III/2021. Koreksi tersebut didorong oleh penurunan minat investor ditengah kenaikan imbal hasil obligasi AS atau US Treasury.

Imbal hasil dari Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS) tenor 10 tahun tercatat bertambah 10 basis poin pada September 2021. Sementara itu, dolar AS juga menguat seiring dengan dimulainya program pengurangan stimulus dari bank sentral Amerika atau tapering off. 

Di sisi lain, tingkat kepemilikan pada exchange traded funds (ETF) emas juga menurun tajam sepanjang kuartal III/2021. Penurunan ini disebabkan oleh banyaknya investor asal wilayah Amerika Utara yang keluar dari aset ini

“Sementara itu, permintaan terhadap perhiasan emas di China dan India mampu menghambat penurunan harga emas sepanjang tahun ini,” demikian kutipan laporan tersebut, Minggu (5/12/2021).

Harga emas diprediksi akan menguat sekitar 1,5 persen hingga akhir tahun 2021 sebelum terkoreksi sebesar 2,5 persen pada tahun 2022 mendatang. Koreksi tersebut disebabkan oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS.

Sementara itu, Société Générale dalam laporannya belum lama ini memproyeksikan harga emas akan mengalami reli yang signifikan pada kuartal I/2022 mendatang.

Menurut laporan tersebut, kebijakan moneter AS masih akan mendukung harga emas seiring dengan tekanan inflasi yang turut meningkat.

“The Fed terlihat enggan untuk meningkatkan suku bunga dalam waktu dekat. Ini akan menciptakan kondisi suku bunga riil negatif (negative real rates) untuk emas jika digabungkan dengan tingginya inflasi,” demikian kutipan laporan tersebut.

Seiring dengan hal tersebut, Société Générale memproyeksikan harga emas berada di kisaran US$1.950 per troy ounce sepanjang kuartal I/2022.

Meski demikian, Société Générale menyebutkan, minat investor terhadap instrumen ini akan mulai menurun pada paruh kedua tahun 2022. Hal ini seiring dengan mulai melambatnya inflasi serta ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga pada semester II/2022.

Sebaliknya, jika tekanan inflasi terus terjadi dan kegiatan ekonomi kembali melambat, harga emas dapat menembus level US$2.000 per troy ounce pada kuartal II/2022 dan tetap menguat sepanjang tahun depan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank dunia harga emas dunia logam mulia harga emas comex
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top