Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos OJK Ungkap Masih Ada 84 Perusahaan Antre Penawaran Umum di Pasar Modal

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan calon emiten tersebut berpotensi merealisasikan penggalangan dana pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan terdapat 84 perusahaan dalam pipeline penawaran umum yang akan menggalang dana di pasar modal.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan calon emiten tersebut berpotensi merealisasikan penggalangan dana pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

“Masih ada di pipeline beberapa calon emiten, ada 84 perusahaan. Tidak tahu nanti mana yang akan terealisasi di akhir 2021 atau di awal 2022,” kata Wimboh, Selasa (16/11/2021).

Wimboh menyampaikan bahwa pasar modal Tanah Air telah menjadi primadona penggalangan dana dari perusahaan pada tahun ini. Kinerja harga saham di pasar sekunder pun kian moncer yang tercermin lewat kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 10,65 persen menjadi 6.616,03 secara year-to-date per 15 November 2021.

Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga berada di level tertinggi sepanjang sejarah sekitar Rp8.110 triliun yang didongkrak oleh kehadiran saham sektor teknologi, consumer goods, dan kesehatan.

Hingga 2 November 2021, terdapat penggalangan dana di lantai bursa mencapai Rp274,3 triliun yang berasal dari 145 penawaran umum. Di dalamnya, terdapat 37 emiten baru atau perusahaan yang baru saja mencatatkan sahamnya.

Tak hanya dari sisi penawaran, jumlah investor di pasar modal juga bertambah signifikan yang didominasi oleh milenial di sepanjang tahun berjalan sebesar 6,8 juta investor.

“[Jumlah investor] tumbuh 102,97 persen secara tahunan, dari jumlah tersebut 99 persen adalah investor ritel,” kata Wimboh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper