Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jaga Pertumbuhan Dana Kelolaan, Ini Strategi Pinnacle Investama

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Minggu (14/11/2021), jumlah dana kelolaan Pinnacle hingga akhir Oktober adalah sebesar Rp2,17 triliun.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 November 2021  |  15:54 WIB
President dan CEO PT Pinnacle Persada Investama Guntur Putra (tengah) memberikan penjelasan pada konferensi pers peluncuran Pinnacle FTSE  Indonesia ETF (XPFT), di Jakarta, Senin (10/9/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
President dan CEO PT Pinnacle Persada Investama Guntur Putra (tengah) memberikan penjelasan pada konferensi pers peluncuran Pinnacle FTSE Indonesia ETF (XPFT), di Jakarta, Senin (10/9/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pinnacle Persada Investama meyakini tren pertumbuhan dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksa dana akan berlanjut hingga akhir tahun.

Direktur Utama Pinnacle Persada Investama Guntur Putra mengatakan sepanjang Oktober 2021, peningkatan AUM disebabkan oleh kenaikan pada AUM reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang.

Meski demikian, peningkatan AUM di bulan lalu bukan ditopang oleh penambahan unit penyertaan (subscription). Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan dana kelolaan ini adalah kondisi positif yang terjadi pada reksa dana pendapatan tetap.

"Secara overall ada reli pada underlying obligasi dan imbal hasil [yield] obligasi mengalami penurunan, khususnya seri SBN acuan 10 tahun dari level 6,4 persen ke level 6,1 - 6,2 persen," jelasnya saat dihubungi pekan ini.

Guntur melanjutkan, potensi pertumbuhan AUM reksa dana di sisa tahun ini masih cukup positif. Hal ini seiring dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di 2022 dibandingkan dengan tahun ini.

Ia mengatakan, pertumbuhan dana kelolaan yang solid terutama akan terjadi pada reksa dana berbasis saham. Selain outlook ekonomi yang positif, window dressing juga akan menjadi katalis positif untuk instrumen tersebut.

"Untuk sisa tahun 2021 dan menuju ke tahun 2022, kami cukup bullish di saham. Kami melihat instrumen reksa dana berbasis ekuitas, baik aktif maupun pasif, akan memiliki potensi untuk mengalami pertumbuhan yang cukup baik," katanya.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Minggu (14/11/2021), jumlah dana kelolaan Pinnacle hingga akhir Oktober adalah sebesar Rp2,17 triliun. Guntur mengatakan, secara year to date (ytd) jumlah dana kelolaan Pinnacle telah tumbuh sekitar 26 persen.

Guna menjaga pertumbuhan tersebut, Guntur mengatakan perusahaan akan terus mengembangkan jalur distribusi dengan mitra digital APERD (agen penjual reksadana) dan fintech di wealth management.

"Sejauh ini, kami sudah bekerjasama dengan 13 agen penjual digital, ini tentunya didukung oleh beberapa produk unggulan kami yang memiliki kinerja yang konsisten, baik, dan transparan," tutupnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksadana dana kelolaan pinnacle
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top