Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Reksa Dana Rendah Risiko Terus Diminati, Ini Sebabnya

Reksa dana pasar uang masih cukup diminati oleh para investor mengingat risikonya yang cenderung rendah.
ilustrasi reksa dana
ilustrasi reksa dana

Bisnis.com, JAKARTA — Minat investor terhadap produk reksa dana dengan risiko rendah seperti reksa dana pasar uang masih cukup tinggi sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan yang diakses pada Selasa (2/11/2021), nilai aktiva bersih (NAB) produk reksa dana pasar uang per akhir September 2021 tercatat sebesar Rp104,01 triliun, naik 10 persen dari posisi akhir Desember 2020 lalu yang sebesar Rp94,55 triliun.

Dana kelolaan tersebut tumbuh 37,08 persen secara tahunan, dibandingkan dengan dana kelolaan sebesar Rp75,87 triliun per akhir September 2020.

Sementara itu, laporan dari Infovesta Utama mencatat, hingga akhir Oktober kinerja reksa dana pasar uang berada di level 2,79 persen secara year to date (ytd). Laporan tersebut menyebutkan tren suku bunga rendah yang dipertahankan di level 3,5 persen turut berpengaruh pada imbal hasil reksa dana pasar uang.

“Meski demikian, instrumen pasar uang tetap menjadi instrumen investasi paling aman di tengah gejolak pasar yang terjadi,” demikian kutipan laporan tersebut

Direktur Utama PT Pinnacle Persada Investama Guntur Putra mengatakan reksa dana pasar uang masih cukup diminati oleh para investor mengingat risikonya yang cenderung rendah. Kenaikan minat tersebut terutama terjadi pada masa pandemi virus corona yang memicu investor mencari instrumen yang aman untuk memarkirkan dananya.

Ia memaparkan, kinerja reksa dana pasar uang sepanjang tahun ini cenderung stabil walaupun lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun lalu. Salah satu sentimen utama yang menjaga kinerja instrumen ini adalah pergerakan tingkat suku bunga BI.

“Pada awal tahun 2021 ada penurunan tingkat suku bunga ke level 3,5 persen, dan terlebih jika dibandingkan di awal tahun 2020, 7 day Reverse Repo Rate masih di level 5 persen,” jelasnya saat dihubungi pada Selasa (2/11/2021).

Guntur melanjutkan, dari sisi kinerja, reksa dana pasar uang akan tetap stabil hingga akhir tahun. Hal ini seiring dengan kebijakan BI yang masih akan menjaga tingkat suku bunga di level sekarang hingga akhir tahun.

Selain itu, minat investor terhadap instrumen ini diprediksi masih cukup baik hingga akhir tahun. Bagi investor yang masih mencari tingkat kinerja dari reksa dana yang cukup stabil, pasar uang merupakan alternatif terbaik jika dibandingkan penempatan di tabungan atau deposito.

“Karena di reksa dana pasar uang tingkat likuiditas juga tinggi dan bisa di redeem kapan saja tanpa harus mengunci dana selama 1, 3, dan 6 bulan seperti deposito,” jelasnya.

Sementara itu, untuk menjaga kinerja produk reksa dana pasar uangnya, Guntur mengatakan pihaknya Kami fokus untuk menjaga likuiditas dan diversifikasi dari aset dasar produk.

Pinnacle juga tetap melakukan analisa kredit yang sangat ketat untuk obligasi-obligasi jangka pendek yang menjadi underlying portofolio reksa dananya.

“Dari sisi kinerja, produk kami juga masih cukup baik di industri dengan return 3,91 persen net secara year to date,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper