Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham-Saham BUMN Prospektif saat IHSG Melaju

Kinerja IDX BUMN 20 masih kalah dibandingkan indeks lainnya, seperti IHSG dan indeks LQ45.
Nasabah berada didekat logo bank BRI di Jakarta. Bisnis/Himawan L Nugraha
Nasabah berada didekat logo bank BRI di Jakarta. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja indeks saham BUMN cenderung melemah sepanjang 2021 meskipun indeks harga saham gabungan mengalami penguatan.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per Jumat (29/10/2021), IDX BUMN 20 naik 1,1 persen ke level 381,97. Namun, sepanjang 2021 turun 2,59 persen.

IDX BUMN 20 adalah indeks yang mengukur kinerja harga dari 20 saham perusahaan tercatat yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan afiliasinya.

Kinerja IDX BUMN 20 masih kalah dibandingkan indeks lainnya, seperti IHSG yang naik 10,24 persen sepanjang 2021 menjadi 6.591,35. Selain itu, indeks LQ45 juga mampu naik 1,89 persen sepanjang 2021 menjadi 952,59.

Analis memerkirakan sejumlah saham BUMN dalam IDX BUMN 20 mampu menguat di sisa tahun 2021.

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio mengungkapkan jika dibandingkan dengan IHSG yang sudah bercokol di zona hijau dengan level yang cukup impresif secara tahun berjalan, sementara IDX BUMN20 masih jauh tertinggal.

"Namun, sebenarnya kinerja IDX BUMN20 sendiri sudah dalam tren bullish yang luar biasa setelah rebound mulai dari akhir bulan September kemarin. Dari pergerakannya antara Juli sampai September 2021 dengan rata-rata level 330," urainya kepada Bisnis, Senin (18/10/2021).

Bahkan, IHSG sendiri yang memiliki pola kenaikan yang sama dengan IDX BUMN20 dalam periode yang sama hanya naik sekitar 10 persen.

Dengan demikian, urainya, saham-saham dalam wadah IDX BUMN20 ini turut juga andil dalam mendongkrak kinerja IHSG sendiri setelah berada di fase sideways yang cukup lama.

Khususnya saham-saham sektor komoditas yang diuntungkan dari kenaikan harga komoditas dunia seperti PTBA, ELSA, PGAS dan TINS.

"Trend kenaikan IDX BUMN20 ini juga dilanjutkan oleh sektor perbankan rata-rata saham perbankan dalam wadah ini serentak naik yang dirasa ditopang oleh pemulihan ekonomi dan efek window dressing akhir tahun," katanya.

Untuk proyeksinya, IDX BUMN20 masih memiliki ruang untuk tetap naik menjelang penutupan tahun. Kuartal terakhir tahun ini para investor lebih tertarik pada saham-saham blue chip yang di semester I/2021 tergolong lesu dan undervalued dan memiliki kinerja yang stabil dan bertumbuh.

Jenis saham blue chip ini termasuk saham-saham BUMN yang memiliki lini bisnis di berbagai sektor vital nasional.

"Untuk rekomendasi saham boleh mempertimbangkan saham-saham BUMN yang belum terlalu naik signifikan seperti TINS, SMGR dan ELSA," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper