Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PTPW Revisi Target Kontrak Baru Jadi Rp252 Miliar

PT Pratama Widya Tbk (PTPW) melakukan revisi target kontrak baru sebesar 65 persen dari target awal 2021.
Direktur Utama Pratama Widya Andreas W. Kurniawan memberikan paparan saat pencatatan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (7/2/2020). - Pandu Gumilar
Direktur Utama Pratama Widya Andreas W. Kurniawan memberikan paparan saat pencatatan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia, Jumat (7/2/2020). - Pandu Gumilar

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan konstruksi spesialis fondasi PT Pratama Widya Tbk (PTPW) merevisi target kontrak baru tahun ini menjadi 65 persen dari target kontrak semula yaitu Rp387 miliar menjadi Rp252 miliar.

Revisi ini merupakan hasil rasionalisasi karena hingga akhir September 2021, nilai kontrak baru yang tercapai sebesar Rp196 miliar.

Richard Antonio, Corporate Secretary and Business Development Pratama Widya mengatakan terjadi revisi target kontrak baru sebesar 65 persen dari target awal karena terjadi pengunduran waktu tender dan naiknya kasus Covid-19 di Indonesia pada pertengahan tahun 2021.

Perseroan memprediksi pandemi Covid-19 akan melambat di tahun 2021, tetapi terjadi lonjakan kasus pada bulan Juni dan Juli 2021.

"Selain merevisi target, perseroan juga melakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga kinerja antara lain dengan menerapkan efisiensi biaya pada seluruh unit perseroan, memaksimalkan pekerjaan kontrak lama, optimalisasi sumber daya, serta mempercepat penagihan," urainya, Kamis (14/10/2021).

Hingga akhir September 2021 kontrak baru perseroan paling besar masih didominasi dari sektor infrastruktur.

Beberapa proyek yang diraih oleh PTPW sampai dengan akhir September 2021 di antaranya, diaphragm wall pembangunan bendungan Leuwikeris sebesar Rp27 miliar, pekerjaan bored pile untuk pengendalian banjir kali Bekasi sebesar Rp9,9 miliar dan bored pile pembangunan gedung rektorat Universitas Internasional Batam sebesar Rp6,9 miliar.

Sampai saat ini, perseroan masih mengikuti beberapa tender pembangunan infrastruktur di pulau Jawa yang diprediksi dapat memenuhi target kontrak baru 2021.

Sepanjang semester I/2021, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp126 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 23 persen dibandingkan dengan capaian PTPW di periode yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp102 miliar.

Laba bersih PTPW turun sebesar 25 persen menjadi Rp16,5 miliar jika dibanding dengan periode sebelumnya yaitu Rp22 miliar.

Total ekuitas naik sebesar 4,34 persen dari Rp 381,6 miliar pada tanggal 31 Desember 2020 menjadi Rp398 miliar pada tanggal 30 Juni 2021. Dengan demikian, total aset menjadi Rp498 miliar per 30 Juni 2021.

Beberapa proyek besar yang menyumbang performa PTPW hingga Juni 2020 masih didominasi oleh pekerjaan di bidang infrastruktur yaitu sebesar 90,78 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper