Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Omni Hospitals (SAME) Panggil RUPSLB Akhir Bulan, Bahas Tiga Agenda Ini

Pengelola RS Omni Hospital PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Selasa, 26 Oktober 2021 pada pukul 10.00 WIB di Studio SCTV Lantai 8, SCTV Tower - Senayan City, Jakarta.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 05 Oktober 2021  |  09:56 WIB
Omni Hospitals di Alam Sutra, Tangerang -  Omni Hospitals
Omni Hospitals di Alam Sutra, Tangerang - Omni Hospitals

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pengelola Omni Hospitals, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) memanggil para investor guna melakukan RUPSLB terkait agenda persetujuan akuisisi emiten rumah sakit baru PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK) dan penerbitan private placement 10 persen dari modal.

Corporate Secretary Sarana Meditama Metropolitan Rahmiyati Yahya menuturkan perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Selasa, 26 Oktober 2021 pada pukul 10.00 WIB di Studio SCTV Lantai 8, SCTV Tower - Senayan City, Jakarta.

Adapun, tanggal daftar pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPSLB tersebut atau recording date pada 1 Oktober 2021. Agenda RUPSLB tersebut akan membahas mengenai tiga agenda utama.

"Pertama, persetujuan atas rencana Perseroan untuk melakukanpengambilalihan atas mayoritas saham PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK), yang merupakan suatu Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam POJK No 17/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha dan untuk memenuhi Undang-Undang No 40/2007 tentang Perseroan Terbatas terkait akuisisi perusahaan," jelasnya dalam keterbukaan, dikutip Selasa (5/10/2021).

Kedua, emiten rumah sakit emiten rumah sakit grup Emtek ini juga akan meminta persetujuan atas Perubahan Susunan Dewan Komisaris Perseroan.

Ketiga, SAME ingin meminta persetujuan atas rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement dalam jumlah sebanyak-banyaknya sebesar 1.712.963.255 lembar saham (1,71 miliar lembar saham) atau 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.

Agenda ketiga juga termasuk dalam persetujuan atas perubahan ketentuan Pasal 4 Anggaran Dasar Perseroan, sehubungan dengan pelaksanaan PMTHMETD.

Sementara itu, SAME akan mengakuisisi emiten rumah sakit baru RSGK menggunakan dana hasil rights issue pertengahan tahun ini.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada pemegang saham perseroan, pembayaran atas pembelian saham RSGK tersebut akan dilakukan secara tunai oleh emiten bersandi SAME ini.

"Pembayaran atas pembelian saham RSGK dari hasil yang telah diterima oleh perseroan berdasarkan penambahan modal Perseroan dengan HMETD-II yang telah mendapatkan pernyataan pendaftaran efektif," jelas manajemen dalam keterbukaan.

Penawaran umum terbatas II (PUT II) dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau HMETD yang sudah tercatat pada 2 Juli 2021 tersebut hasil dari penerbitan 5,7 miliar saham baru melalui aksi PMHMETD atau rights issue.

Jumlah tersebut setara 32,44 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan dengan nilai nominal Rp20 per saham. Adapun, emiten pengelola rumah sakit Omni Hospital itu menghimpun dana segar sebanyak-banyaknya Rp2 triliun dalam aksi rights issue itu.

Manajemen Sarana Meditama Metropolitan menjelaskan bahwa hasil dana dari penawaran tersebut akan digunakan sekitar 67,5 persen untuk melakukan ekspansi dan investasi usaha.

Salah satunya melalui pengambilalihan perusahaan terafiliasi yang terkait dengan kegiatan usaha rumah sakit yaitu PT Elang Medika Corpora, anak usaha PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) dengan nilai pengambilalihan mencapai Rp1,35 triliun.

Di sisi lain, sisa dana rights issue tersebut akan dipakai perseroan untuk mengakuisisi RSGK, emiten rumah sakit yang baru saja melantai di pasar modal pada September ini.

Hingga saat ini, emiten pengelola rumah sakit Omni Hospitals ini memegang 18,49 persen saham RSGK. Adapun, pemegang saham RSGK lainnya yakni PT Medikatama Sejahtera sebesar 40 persen, PT Bestama Medikacenter Investama sebesar 22 persen, dan publik kurang dari 5 persen sebanyak 19,51 persen.

Pihak-pihak yang terlibat dalam rencana Transaksi ini adalah Perseroan sebagai pembeli, Medikatama Sejahtera dan Bestama Medikacenter Investama sebagai penjual, yang dapat mengalihkan sahamnya pada RSGK kepada SAME.

Emiten bersandi SAME ini menargetkan menambah kepemilikan sahamnya pada RSGK yang akan menyebabkan kepemilikan saham Perseroan pada RSGK sebanyak-banyaknya 66 persen hingga terjadi pengambilalihan RSGK.

Total harga pembelian senilai Harga Transaksi merupakan suatu Transaksi Material sesuai POJK 17/2020 dimana Harga Transaksi adalah 59,23 persen dari total ekuitas Perseroan per 31 Maret 2021.

Merujuk laporan keuangan per 31 Maret 2021, total ekuitas perseroan mencapai Rp1,78 triliun, sehingga harga transaksi diperkirakan mencapai Rp1,05 triliun.

Jumlah saham RSGK yang akan diambil alih oleh Perseroan sebanyak-banyaknya 613.585.500 lembar saham atau sebanyak-banyaknya 66 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada RSGK, dengan nilai nominal seharga Rp200 per lembar saham. Dengan demikian, jika harga transaksi dibagi dengan jumlah saham yang akan dibeli oleh Perseroan, harga pembelian per saham RSGK sebesar Rp1.720.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sarana meditama metropolitan rupslb OMNI Hospital
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top