Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dana Asing Diprediksi Makin Melimpah, Incar Saham dan Obligasi

Ada peluang modal asing akan semakin deras pada kuartal IV/2021 ke pasar modal Indonesia, khususnya saham dan obligasi.
Pengunjung menggunakan ponsel memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Jakarta, Jumat (31/1/2020). Bisnis/Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan ponsel memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Jakarta, Jumat (31/1/2020). Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Aliran modal asing diperkirakan bakal deras pada kuartal akhir tahun ini dengan mengincar aset saham dan obligasi.

Direktur Avrist Asset Management Farash Farich mengatakan aliran modal asing mulai terasa sejak September. Menurutnya ada kemungkinan modal asing akan semakin deras pada kuartal IV/2021.

"Saya rasa prospek saham dan obligasi di Indonesia masih sangat baik terutama dari kacamata investor asing," katanya kepada Bisnis baru-baru ini.

Farash menambahkan ada beberapa faktor yang menjadi katalis positif bagi masuknya aliran modal asing. Misalnya seperti mata uang rupiah yang menguat sejak akhir Juni dan relatif tidak bergejolak dengan wacana tapering.

Hal itu telah membuat hedging cost menjadi stabil sehingga risiko mata uang bagi investor asing saat ini rendah untuk berinvestasi di aset IDR. Maka itu dia berharap momentum ini terus berlanjut hingga akhir tahun.

Selain itu, menurutnya laporan keuangan perbankan hingga bulan Agustus terlihat konsisten membaik melanjutkan kinerja pada semester I/2021. Adapun pertumbuhan laba emiten LQ45 juga sesuai ekspektasi sehingga tesis mengenai pemulihan bisnis bertahap masih sesuai.

"Dengan demikian berarti valuasi pasar saham terutama LQ45 masih rendah. Kemudian darinsisi inflasi masih rendah dan supplai SBN pada kuartal IV kemungkinan jauh lebih rendah dari kuartal sebelumnya," ungkapnya.

Farash menilai real yield yang masih tinggi dan supply risk yang turun juga menjadi katalis positif bagi pasar obligasi. Dengan begitu, faktor tersebut sangat baik bagi investor asing.

Dia pun berpendapat bila reksa dana berbasis efek dalam negeri akan lebih menarik dari reksa dana berbasis efek luar negeri. Secara lebih spesifik, lanjutnya, yang menarik untuk kuartal 4 bagi investor asing adalah reksa dana indeks LQ45 untuk saham dan reksa dana pendapatan tetap berbasis IDR SBN.

Pada penutupan perdagangan Jumat (1/10/2021), IHSG turun 0,92 persen atau 58,09 poin menjadi 6.228,84. Sepanjang 2021, indeks naik 4,18 persen dengan aksi beli bersih investor asing Rp15,99 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper