Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Imbal Hasil Treasury Melonjak,Dolar AS Ikut Menguat

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,32 persen menjadi 92,5126 pada akhir perdagangan Selasa (7/9), menyusul kenaikan 0,2 persen di sesi sebelumnya.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 September 2021  |  06:53 WIB
Imbal Hasil Treasury Melonjak,Dolar AS Ikut Menguat
Petugas menunjukkan mata uang dolar AS dan rupiah di Money Changer, Jakarta, Senin (19/4/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat terus menguat hingga akhir perdagangan Selasa (7/9/2021), menyusul kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,32 persen menjadi 92,5126 pada akhir perdagangan Selasa (7/9), menyusul kenaikan 0,2 persen di sesi sebelumnya.

Pada Jumat (3/9), greenback jatuh ke level terendah sejak awal Agustus setelah laporan tenaga kerja AS yang mengecewakan. Hal ini mendorong para analis untuk meningkatkan taruhan bahwa Federal Reserve tidak akan mengurangi stimulusnya dalam beberapa bulan mendatang.

kepala analis valas Scotiabank Shaun Osborne mengatakan dolar AS terlihat membentuk basis pergerakan dan terkonsolidasi dalam jangka penden setelah aksi jual pekan lalu.

"Federal Reserve menurut kami masih cenderung bergerak menuju tapering pada akhir tahun ini, ekonomi AS kemungkinan akan berkinerja relatif kuat, jadi pandangan kami adalah penurunan dolar kecil, pelemahan dolar kecil mungkin merupakan peluang beli," kata Osborne, Selasa (7/9/2021).

Data pada Jumat (3/9) menunjukkan taruhan net long spekulan pada mata uang AS tumbuh dalam minggu terakhir, dengan nilai posisi net long dolar pada US$10,98 miliar untuk pekan yang berakhir 31 Agustus, posisi long terbesar sejak Maret 2020.

Dolar juga diuntungkan dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS karena pemerintah AS menjual utang baru minggu ini, termasuk surat utang tenor tiga tahun senilai US$58 miliar, obligasi 10 tahun senilai US$38 miliar dan oblgasi 30 tahun sebesar US$24 miliar.

“Peningkatan imbal hasil telah membantu indeks dolar untuk menutup kerugian pasca-NFP (non-farm payrolls) dan beberapa penurunan kemudian," kata analis Brown Brothers Harriman dalam sebuah catatan.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang berada di sekitar 1,299 perseb sebelum rilis data pekerjaan Jumat (3/9), sekarang berada di 1,373 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as us treasury

Sumber : Antara

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top