Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Geoprima Solusi (GPSO) Jadi Emiten Anyar ke-31 di BEI Tahun Ini, Cek Profilnya

Selama masa penawaran, total pesanan yang masuk terhadap saham perdana GPSO mencapai 21,3 kali dari jumlah saham ditawarkan atau terjadi oversubscribed sebesar 20,3 kali dari total penawaran.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 06 September 2021  |  10:42 WIB
PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) resmi listing di BEI pada Senin (6/9 - 2021), dan menjadi perusahaan tercatat ke/31 sepanjang 2021.
PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO) resmi listing di BEI pada Senin (6/9 - 2021), dan menjadi perusahaan tercatat ke/31 sepanjang 2021.

Bisnis.com, JAKARTA -  PT Geoprima Solusi Tbk. resmi mencatatkan sahamnya di PT Bursa Efek Indonesia dengan kode perdagangan saham GPSO pada hari ini, Senin (6/9/2021). Selama masa penawaran, saham GPSO sempat mengalami kelebihan pesanan dari para investor atau oversubscribed 20,3 kali.

GPSO melepas 166,66 juta saham baru atau setara dengan 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.

Saham baru tersebut ditawarkan pada harga Rp180 per lembar saham sehingga keseluruhan dana IPO yang terkumpul Rp30 miliar.

Sebagai pemanis IPO, perseroan juga menerbitkan waran seri I secara cuma-cuma sebanyak 166,66 juta waran atau sebesar 33,33 persen dari total saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran.

Hal ini berarti setiap pemegang 1 saham baru perseroan berhak memperoleh 1 waran seri I di mana setiap waran tersebut memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru perseroan yang dikeluarkan dari portepel.

Karnadi Margaka, Direktur Utama Geoprima Solusi menyatakan terlepas dari kondisi global maupun dalam negeri yang masih belum stabil sebagai akibat adanya Pandemi Covid-19, proses penawaran umum secara keseluruhan telah berjalan dengan lancar.

"Tingginya antusiasme masyarakat terhadap IPO perseroan juga menunjukkan kepercayaan dan harapan masyarakat yang tinggi terhadap pasar modal di Indonesia pada umumnya dan prospek usaha perseroan secara khusus," jelasnya, Senin (6/9/2021).

Karnadi Margaka juga menyatakan keyakinannya terhadap prospek usaha industri geospasial di tahun-tahun mendatang seiring dengan pemulihan ekonomi global maupun ekonomi nasional.

Seluruh dana yang diperoleh akan diserap GPSO untuk mendanai belanja modal, antara lain untuk pembelian aset berupa ruko dan pembelian peralatan berupa lidar optech untuk meningkatkan kapasitas operasional Perseroan.

Selain belanja modal, sebagian dana juga akan digunakan untuk mendanai modal kerja, antara lain untuk pembelian persediaan berupa unmanned aerial vehicle, untuk biaya pemasaran, promosi, dan iklan, serta untuk biaya sewa kantor perwakilan.

Direktur Utama Surya Fajar Sekuritas Steffen Fang selaku penjamin pelaksana emisi mengungkapkan bahwa selama masa penawaran, total pesanan yang masuk mencapai 21,3 kali dari jumlah saham ditawarkan atau terjadi oversubscribed sebesar 20,3 kali dari total penawaran.

"Tingginya animo masyarakat terhadap penawaran umum GPSO diperkirakan karena potensi pertumbuhan usaha yang tinggi di masa mendatang sebagai salah satu perusahaan yang bergerak pada sektor yang terkait dengan teknologi," katanya.

Amir Suhendro Samirin, Direktur NH Korindo Sekuritas Indonesia, mengatakan saham GPSO menjadi pioneer saham perusahaan pada sektor geospasial. Perseroan dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang cukup bagus karena industri geospasial merupakan salah satu pilar utama pembangunan dalam revolusi industri.

Harga saham GPSO naik 62 poin atau 34,44 persen ke level 242 dari harga penawaran di level Rp180 atau langsung terkena auto reject atas (ARA) pada 1 jam pertama perdagangan hari ini.

Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp161,33 miliar dengan volume perdagangan melampaui 875.800 lembar saham. GPSO menjadi perusahaan tercatat ke-31 di BEI pada 2021.

Geoprima Solusi menjalankan kegiatan usaha di bidang perdagangan besar mesin, peralatan, dan perlengkapan lainnya dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) nomor 46599, reparasi alat ukur, alat uji dan peralatan navigasi dan pengontrol dengan KBLI nomor 33131, aktivitas konsultasi manajemen lainnya dengan KBLI nomor 70209.

Perusahaan juga menjalani bisnis aktivitas angkutan udara khusus pemotretan, survei dan pemetaan, aktivitas konsultasi bisnis dan broker bisnis, aktivitas keinsinyuran dan konsultasi teknis, aktivitas fotografi, pengolahan data, pendidikan teknik swasa dan aktivitas profesional, ilmiah dan teknis lainnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei ipo Geoprima Solusi
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top