Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba Soechi Lines (SOCI) Naik 144,72 Persen, Ini Penyebabnya

Per 30 Juni 2021 PT Soechi Lines Tbk. (SOCI) mencetak laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$4,99 juta naik 144,72 persen secara yoy.
Kapal tanker Arenza XXVII milik PT Soechi Lines Tbk./soechi
Kapal tanker Arenza XXVII milik PT Soechi Lines Tbk./soechi

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten angkutan laut, PT Soechi Lines Tbk. (SOCI) mencetak penurunan pendapatan sepanjang semester I/2021. Kendati demikian, efisiensi membuat kenaikan laba bersih cukup signifikan.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2021 yang dikutip Bisnis, Jumat (20/8/2021), emiten berkode SOCI ini mencetak laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$4,99 juta naik 144,72 persen dibandingkan dengan US$2,03 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih ini berasal dari efisiensi yang berhasil perseroan lakukan. Hal tersebut dilakukan karena penurunan pendapatan menjadi US$64,89 juta turun tipis 5,15 persen dari pendapatan semester pertama tahun lalu sebesar US$68,42 juta.

Beban pokok pendapatan turun menjadi US$43,26 juta dari US$45,6 juta dengan beban usaha yang turun tipis menjadi US$5,03 juta dari US$5,08 juta. Dengan demikian, laba usaha pun masih lebih rendah menjadi US$16,59 juta dari US$17,73 juta.

Perseroan pun berhasil mengurangi beban keuangan menjadi US$8,72 juta dari beban keuangan US$12,64 juta pada periode yang sama tahun lalu. Seiring peningkatan rugi dari pelepasan aset tetap menjadi US$5,02 juta dari rugi aset tetap US$656.901.

Selain itu, perseroan juga mencetak penghasilan lain-lain yang naik signifikan menjadi US$3,63 juta dari US$224.964. Dengan demikian, laba sebelum pajak penghasilan meningkat menjadi US$6,35 juta pada semester pertama 2021 dari posisi US$3,98 juta pada semester pertama 2020.

Di sisi lain, total liabilitas perseroan turun cukup signifikan menjadi US$276,57 juta pada semester I/2021 ini dibandingkan dengan US$298,63 juta pada 31 Desember 2020.

Penurunan ini seiring turunnya liabilitas jangka pendek dan jangka panjang perseroan. Liabilitas jangka pendek perseroan turun menjadi US$40,14 juta dari US$42 juta, sementara liabilitas jangka panjang turun menjadi US$236,42 juta dari US$256,62 juta.

Dengan total ekuitas sebesar US$265,92 juta pada semester ini naik dari US$360,92 juta pada akhir tahun lalu.

Sementara itu, total aset perseroan mengalami penurunan menjadi US$642,49 juta pada semester I/2021 dibandingkan dengan US$659,55 juta pada akhir tahun lalu.

Rinciannya, total aset lancar turun menjadi US$106,47 juta dari US$107,83 juta, sementara aset tidak lancar turun menjadi US$536,02 juta dari US$551,72 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper