Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PREMIUM WRAP UP: Sinarmas Akuisisi DANA dari EMTK, INDY Lepas Saham MBSS & FREN Jajal 5G

Kabar rencana akuisisi saham DANA oleh Sinarmas Group dari Emtek mewarnai kabar pasar hari ini. Di sisi lain, Indika Energi mulai menunjukkan tanda-tanda meninggalkan bisnis batu bara dan kinerja saham teknologi juga menjadi perhatian pelaku pasar.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 09 Agustus 2021  |  19:21 WIB
Logo Sinarmas.  - Istimewa
Logo Sinarmas. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Bisnis sektor teknologi nasional kembali diramaikan dengan aksi korporasi yang melibatkan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) alias Emtek. 

Setelah sebelumnya terlibat dalam aksi penawaran umum saham perdana IPO PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA), kini Emtek dikabarkan terlibat dalam aksi korporasi di sektor dompet digital. Aksi korporasi itu juga melibatkan Sinarmas Group. Hal itu diperkirakan bakal membuat peta persaingan dompet digital Tanah Air kembali diramaikan oleh peran perusahaan konglomerat nasional.

 

  1. Sinarmas Bakal Akuisisi DANA dari Emtek (EMTK), Sinyal Lippo Lepas OVO?

DANA

Seperti dilansir dari Dealsteet Asia, Senin (9/8/2021), Sinarmas Group sedang dalam pembicaraan dengan Emtek untuk mengakuisisi DANA. Hal itu disampaikan oleh sejumlah sumber yang enggan disebutkan identitas dan namanya. 

Adapun DANA, didirikan pada tahun 2017 oleh Vincent Iswara, memiliki penetrasi tertinggi ketiga di pasar dompet digital Indonesia sebesar 54 persen menurut survei Neurosensum pada November 2020-Januari periode 2021. DANA berada di bawah ShopeePay (68 persen) dan OVO (62 persen).

Berita selengkapnya baca di sini.

 

  1. Lepas Saham Mitrabahtera (MBSS), Indika Energy (INDY) Makin Serius Keluar dari Batu Bara?

Indika

Niatan PT Indika Energy Tbk. (INDY) untuk mendiversifikasi usaha ke bisnis selain batu bara terus berjalan. Pelepasan saham PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS) tampaknya menjadi salah satu strategi.

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/8/2021), INDY menyampaikan telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) terkait rencana penjualan seluruh sahamnya di MBSS. 

Dalam perjanjian yang disepakati pada Jumat (6/8), INDY melalui PT Indika Energy Infrastructure (IEI) bersama-sama dengan The China Navigation Co. Pte. Ltd. (CNCo) meneken PJBB tersebut dengan PT Galley Adhika Arnawarma (GAA) sebagai pembeli.  

Berita selengkapnya baca di sini.

 

  1. Emiten Telekomunikasi Sinarmas (FREN) Jajal 5G, Bagaimana Prospeknya?

fren

Jaringan generasi lima atau 5G akhir-akhir ini tengah digeber oleh berbagai operator telekomunikasi. Bahkan, PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) juga mulai mencooba menjajal bisnis layanan 5G tersebut. 

Adapun, saat ini, Smartfren Telecom tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti uji layak operasi (ULO) 5G. Perusahaan berkode saham FREN itu ingin terlibat dalam membangun ekosistem 5G di Tanah Air.

 Untuk diketahui, salah satu upaya Smartfren untuk menggelar 5G adalah dengan memperkuat infrastruktur serat optik dan kanal pemasaran. Smartfren bekerja sama dengan PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) akan memberikan produk layanan kepada masing-masing pelanggan.

Berita selengkapnya baca di sini.

 

  1. Sebelum IPO GoTo & Traveloka, Intip Peluang Saham Teknologi DCII, UVCR, MTDL dkk.

goto

Prospek kinerja indeks IDX Sector Techonology makin cerah seiring dengan kehadiran PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) hingga rencana IPO perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia, GoTo, yang sudah di depan mata. Demam terhadap saham teknologi belum mereda.

Kondisi itu tecermin dari pergerakan IDX Sector Technology sepanjang tahun berjalan 2021. Indeks yang menaungi emiten-emiten yang bergerak di sektor teknologi itu melesat dengan kenaikan 977,2 persen hingga penutupan perdagangan Jumat (6/8/2021).

Berita selengkapnya baca di sini.

 

  1. Kabar Baik dari Panas Bumi Dalam Mendukung Transisi Energi

sorik marapi

Beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sorik Marapi Unit II membawa angin segar bagi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia.

Dengan beroperasinya PLTP Sorik Marapi Unit II, kapasitas terpasang PLTP di Indonesia bertambah menjadi 2.175 MW. Total kapasitas terpasang ini menempati urutan ke-2 terbesar di dunia, setelah Amerika Serikat.

Berita selengkapnya baca di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indika energy smartfren panas bumi batu bara sinarmas mitrabahtera segara sejati emtek Goto
Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top