Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv
Sebelum IPO GoTo & Traveloka, Intip Peluang Saham Teknologi DCII, UVCR, MTDL dkk
Lihat Foto
Premium

Sebelum IPO GoTo & Traveloka, Intip Peluang Saham Teknologi DCII, UVCR, MTDL dkk

Sederet saham dari sektor teknologi selain Bukalapak dinilai kalangan analis masih menarik untuk dipertimbangkan oleh investor.
Rinaldi M. Azka & Ika Fatma
Rinaldi M. Azka & Ika Fatma - Bisnis.com
09 Agustus 2021 | 06:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Prospek kinerja indeks IDX Sector Techonology makin cerah seiring dengan kehadiran PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) hingga rencana IPO perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia, GoTo, yang sudah di depan mata.

Demam terhadap saham teknologi belum mereda. Kondisi itu tecermin dari pergerakan IDX Sector Technology sepanjang tahun berjalan 2021.

Indeks yang menaungi emiten-emiten yang bergerak di sektor teknologi itu melesat dengan kenaikan 977,2 persen hingga penutupan perdagangan Jumat (6/8/2021).

Pergerakan saham-saham teknologi unggul jauh dari indeks harga saham gabungan (IHSG) yang parkir di level 6.203,43 atau mencerminkan kenaikan 3,75 persen secara year-to-date (ytd).

Dengan masuknya saham BUKA, IDX Technology kini dihuni oleh 23 emiten. Total nilai kapitalisasi pasar indeks tersebut per 6 Agustus 2021 mencapai Rp327,6 triliun atau 4,4 persen dari kapitalisasi pasar IHSG yang mencapai Rp7.481 triliun.

Adapun, dua emiten dengan kapitalisasi pasar terjumbo dalam IDX Technology ialah PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) sebesar Rp140,64 triliun dan BUKA sebesar Rp109,24 triliun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
Berbagai metode pembayaran yang dapat Anda pilih:
  • visa
  • mastercard
  • amex
  • JCB
  • QRIS
  • gopay
  • bank transfer
  • ovo
  • dana
Berlangganan Sekarang
back to top To top