Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Semester I/2021: Laba Bersih Indocement (INTP) Naik 25 Persen

Dengan posisi neraca yang kuat dan tanpa utang pada bank, Indocement (INTP) siap melakukan investasi baik untuk program digitalisasi dan otomatisasi operasional.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 04 Agustus 2021  |  14:09 WIB
Semester I/2021: Laba Bersih Indocement (INTP) Naik 25 Persen
Proses pemuatan kontainer berisi semen merk tiga roda. - indocement
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. membukukan kinerja yang lebih tinggi pada semester I/2021 secara tahunan.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2021, dikutip Rabu (4/8/2021), emiten dengan kode saham INTP mencatatkan pendapatan bersih senilai Rp6,66 triliun atau lebih tinggi 7,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp6,17 triliun.

Kenaikan pendapatan pun mengangkat laba INTP menjadi Rp122,02 miliar pada semester I/2021 atau tumbuh 24,79 persen dari semester I/2020 yang senilai Rp470,02 miliar.

Sementara itu, EBITDA membaik 33,6 persen secara tahunan menjadi Rp1,28 triliun atau 19,2 persen dari pendapatan neto. 

Dilihat dari kontributor pendapatan, volume penjualan domestik yang terdiri dari semen dan klinker mengalami kenaikan 8,8 persen menjadi 7,97 juta ton. Sedangkan volume penjualan ekspor melesat 513,4 persen menjadi 222.000 ton. Pangsa pasar INTP pada paruh pertama tahun ini tercatat sebesar 25,6 persen

Volume penjualan INTP di luar Jawa tumbuh sebesar 10,6 persen dengan pangsa pasar 15,7 persen pada semester pertama. Realisasi itu lebih tinggi dari pertumbuhan penjualan semen di Jawa sebesar 3 persen dengan pangsa pasar 34,4 persen.

Sedangkan peningkatan penjualan di luar Jawa terutama berada di Sulawesi dengan pertumbuhan volume penjualan sebesar 61,3 persen. Hal ini didukung oleh proyek smelter di Konawe, serta diikuti pertumbuhan penjualan di Kalimantan sebesar 15,7 persen dan Sumatera sebesar 10,8 persen.

Selanjutnya, hingga akhir semester I/2021 ini Indocement mempertahankan posisi neraca yang kuat dengan kas dan setara kas sebesar Rp8,1 triliun dan tanpa hutang.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Indocement Antonius Marcos menjelaskan dengan posisi neraca yang kuat dan tanpa utang pada bank, perseroan siap melakukan investasi baik untuk program digitalisasi dan otomatisasi operasional.

“Investasi juga dilakukan untuk mengkonversi pabrik agar dapat menggunakan bahan bakar alternatif dan memproduksi produk-produk yang lebih ramah lingkungan,” tulis Antonius dalam siaran pers, dikutip Rabu (4/8/2021).

Selanjutnya, INTP juga menyiapkan ekspansi di bidang logistik dan distribusi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indocement Kinerja Emiten Emiten Semen
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top