Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Portofolio Saham Melesat, Saratoga (SRTG) Berbalik Untung Rp15,3 Triliun

Saratoga juga membukukan pendapatan dividen sebesar Rp 866 miliar pada semester I-2021, meningkat 35,3 persen dari Rp 640 miliar pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 29 Juli 2021  |  11:27 WIB
Presiden Direktur Saratoga Michael Soeryadjaya - Provident/agro.com
Presiden Direktur Saratoga Michael Soeryadjaya - Provident/agro.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. membukukan net asset value (NAV) senilai Rp 46,5 triliun hingga semester I-2021. Nilai tersebut meningkat 46,68 persen dibandingkan NAV pada akhir tahun 2020 yang mencapai Rp 31,7 triliun.

Emiten dengan kode SRTG tersebut juga membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp15,3 triliun, berbalik untung dari rugi bersih sebesar Rp2,1 triliun pada semester I-2020.

Presiden Direktur Saratoga Michael Soeryadjaya mengatakan, kinerja positif perusahaan-perusahaan portofolio investasi telah mendorong pertumbuhan nilai portofolio Saratoga. Kinerja perusahaan portofolio investasi tersebut juga diikuti dengan pembayaran dividen yang konsisten sehingga turut memperkuat fundamental Saratoga.

"Nilai saham yang meningkat dari perusahaan portofolio investasi telah menjadikan NAV Saratoga tumbuh positif di semester I-2021. Kami bersyukur bahwa perusahaan portofolio investasi Saratoga mampu menjaga pertumbuhan bisnisnya,” kata Michael dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (29/7).

Pencapaian NAV Saratoga pada semester I-2021 berasal dari kinerja saham sejumlah perusahaan portofolio investasi yang meningkat, terutama dari PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX), dan PT Provident Agro Tbk. (PALM).

Saratoga juga membukukan pendapatan dividen sebesar Rp 866 miliar pada semester I-2021, meningkat 35,3 persen dari Rp 640 miliar pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pendapatan ini sebagian besar disumbangkan oleh PT Adaro Energy Tbk. (ADRO), TBIG, dan MPMX.

Michael menambahkan, Saratoga akan terus menjalankan strategi diversifikasi dalam berinvestasi dan disiplin dalam mengelola keuangan untuk menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka pa njang. Rasio utang dan biaya akan terus dikelola dan dijaga dilevel yang efisien.

Saat ini biaya-biaya operasional tahunan terhadap nilai aset bersih berada di posisi sebesar 0,4 persen dan loan to value sebesar 5,7 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tower bersama Kinerja Emiten adaro saratoga investama sedaya
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top