Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dari PLTS Hingga Biodiesel, Ini Strategi Bukit Asam (PTBA) Rambah Bisnis EBT

Salah satu proyek energi terbarukan PTBA adalah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dikerjakan bersama PT Angkasa Pura II (APII) dengan kapasitas 241 kilowatt-peak (kwp). Proyek yang telah beroperasi sejak Oktober 2020 tersebut menelan dana US$194 ribu.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 Juli 2021  |  17:19 WIB
Dari PLTS Hingga Biodiesel, Ini Strategi Bukit Asam (PTBA) Rambah Bisnis EBT
PTBA. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mempersiapkan sejumlah langkah baru untuk masuk ke sektor bisnis energi baru terbarukan (EBT).

Direktur Utama PTBA Suryo Eko Hadianto mengatakan, meski saat ini fokus utama bisnis perusahaan masih berada di angkutan batu bara dan pembangkit listrik bertenaga fosil, perusahaan telah menggarap sejumlah proyek yang berkaitan dengan energi alternatif.

Salah satu proyek energi terbarukan PTBA adalah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dikerjakan bersama PT Angkasa Pura II (APII) dengan kapasitas 241 kilowatt-peak (kwp). Proyek yang telah beroperasi sejak Oktober 2020 tersebut menelan dana US$194 ribu.

“Memang masih kecil jumlahnya, karena ini merupakan salah satu pilot project kami,” katanya dalam sebuah webinar pada Rabu (14/7/2021).

Selain itu, PTBA juga telah membangun 3 pompa irigasi bertenaga surya (solar irrigation pump) selama 2019-2021 yang masing-masing berada di Lampung, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.

Ke depannya, Suryo mengatakan PTBA akan terus melanjutkan pengembangan bisnis pada sektor ini. Hal tersebut seiring dengan tujuan pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi karbon hingga 2060 mendatang.

Salah satu proyek yang tengah disiapkan adalah pembangunan 3 unit PLTS yang masing-masing berada di Ombilin, Sumatera Barat, Bantuas, Kalimantan Timur, serta Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Suryo menjelaskan, PLTS di Ombilin dan Tanjung Enim rencananya akan berkapasitas 200 megawatt. (MW). Sedangkan, PLTS di Bantuas akan memiliki kapasitas 30 MW.

Dia melanjutkan, ketiga pembangkit listrik tersebut akan berdiri di area pasca tambang atau bekas pertambangan. Suryo mengatakan, perusahaan akan terus berupaya mengembangkan area pasca tambang untuk digunakan sebagai tempat pembangunan pembangkit listrik tenaga alternatif.

“Secara keseluruhan kami memiliki lahan sekitar 93.000 hektar. Semuanya masih potensial untuk menjadi tempat pembangunan PLTS,” katanya.

Selain itu, PTBA juga akan menggarap proyek PLTS Terapung Dam Sigura-gura bersama dengan PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum dengan kapasitas 2x500kwp. PTBA juga masih menjajaki pengembangan PLTS di bandara lainnya bersama dengan PT Angkasa Pura II.

Lebih lanjut, PTBA juga tengah menjajaki pengembangan PLTS untuk sejumlah ruas jalan tol seperti di Cibitung–Cilincing dan di wilayah Bali. Suryo menambahkan, perusahaan juga akan merambah sektor biodiesel dalam beberapa waktu ke depan.

“Ini karena beberapa lahan eks tambang milik perusahaan adalah berupa lahan perkebunan sawit yang masih dapat dikembangkan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ptba plts bukit asam Biodiesel
Editor : Ropesta Sitorus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top